Bahasa Nyah Kur
Bahasa Nyah Kur, juga disebut sebagai bahasa Chao-bon oleh penutur Thai (bahasa Thai: ชาวบน), adalah suatu bahasa Austroasia yang dituturkan oleh sisa-sisa keturunan peradaban Dwarawati, yaitu suku Nyah Kur, yang kini bagian dari Thailand. Bahasa Nyah Kur memiliki 69% kesamaan leksikal dengan bahasa Mon, satu-satunya bahasa lain dalam rumpun bahasa Monik yang masih ada.[7]
Penyebaran
Nyah Kur (ɲɑ̤h kur) dituturkan oleh beberapa ribu orang di provinsi-provinsi bagian tengah dan timur laut (Sidwell 2009:113-114). Menurut Premsrirat (2002), terdapat 4.000 hingga 6.000 penutur Nyah Kur, sebagian besar tinggal di Provinsi Chaiyaphum. Dialek-dialek di wilayah utara Provinsi Phetchabun sangat terancam punah.
- Dialek Selatan
- Provinsi Chaiyaphum
- Provinsi Nakhon Ratchasima (Distrik Dan Khun Thot, Distrik Pak Thong Chai, dan Distrik Khong)
- Dialek Utara
- Provinsi Phetchabun (Ban Thaduang)
- Provinsi Phitsanulok (Distrik Nakhon Thai)
Penggolongan dwibagian utara-selatan berasal dari kamus anekadialek Nyah Kur karya Theraphan L-Thongkum tahun 1984. Namun, Gerard Diffloth menganggap Nyah Kur terdiri dari tiga dialek, yaitu Utara, Tengah, dan Selatan.
Penggolongan luar
Nyah Kur merupakan satu dari dua bahasa Monik yang masih ada selain bahasa Mon.
Sejarah
Penutur Nyah Kur modern adalah keturunan Mon yang tidak melarikan diri ke barat ketika Khmer menyerbu peradaban mereka pada abad ke-9 dan ke-11. Akibatnya, Mon modern dan Nyah Kur keduanya berkembang langsung dari Mon Kuno secara mandiri selama hampir seribu tahun.
Nyah Kur ditemukan oleh para ahli bahasa pada awal abad ke-20, tetapi awalnya tidak diakui berkerabat dengan bahasa Mon selama hampir 70 tahun.
Akibat integrasi ke dalam masyarakat Thailand, jumlah penutur Nyah Kur sebagai bahasa pertama menurun drastis. Beberapa pihak memperkirakan bahasa ini akan punah dalam abad mendatang kecuali jika keadaan sebaliknya. Perubahan bahasa yang dipengaruhi oleh bahasa Thai juga terjadi seiring generasi muda melafalkan fonem-fonem tertentu yang berbeda dari generasi tua. Misalnya, akhiran -/r/ dan -/l/, yang tidak muncul sebagai akhiran dalam bahasa Thai, kini sering dilafalkan sebagai -[n] oleh generasi muda (Premsrirat 2002). Namun, karena generasi muda umumnya juga memiliki sikap positif terhadap bahasa mereka dan mendukung gagasan ortografi Nyah Kur, bahasa tersebut mungkin akan terlestarikan (Premsrirat 2002).
Fonologi
Berikut sistem konsonan dan vokal bahasa Nyah Kur:[8]
Konsonan
| Dwibibir | Gigi | Lelangit | Lelangit lunak | Celah-suara | |
|---|---|---|---|---|---|
| Letup | p pʰ b | t tʰ d | c cʰ | k kʰ | ʔ |
| Geser | (f) | (s) | ç | h | |
| Sengau | m̥ m | n̥ n | ɲ | ŋ̊ ŋ | |
| Hampiran | ʍ w | l̥ l | j | ||
| Getar | r̥ r |
Vokal
| Depan | Madya | Belakang | ||
|---|---|---|---|---|
| takbulat | bulat | |||
| Tinggi | i iː | ɯ ɯː | u uː | |
| Tengah | e eː | ɤ ɤː | o oː | |
| Rendah | ɛ ɛː | a aː | ʌ | ɔ ɔː |
- Semua vokal dapat memiliki suara napas, misalnya /a̤/
Diftong
| Depan | Belakang | ||
|---|---|---|---|
| takbulat | bulat | ||
| Tinggi | ia | ua | ɯa |
Ortografi
Bahasa Nyah Kur dalam aksara Thai. Di Thailand, ortografi Nyah Kur Thailand akan ditampilkan berdampingan dengan campuran aksara Mon dan Khamti tradisional. Mon merupakan satu-satunya kerabat linguistik Nyah Kur yang masih ada dalam rumpun Monik, sementara Khamti merupakan kerabat dekat vahasa Thai baku, yang telah sangat memengaruhi Nyah Kur dalam hal fonologi. Namun, tidak seperti bahasa Thailand, aksara Khamti menggunakan turunan aksara Mon-Burma yang mirip dengan Mon.
Konsonan
- ก/က - [k]
- ค/ခ - [kʰ]
- ง/ၚ - [ŋ]
- จ/စ - [c]
- ช/ဆ - [cʰ]
- ญ/ဉ - [ɲ]
- ด/ဒ - [d]
- ต/တ - [t]
- ท/ထ - [tʰ]
- น/န - [n]
- บ/ၜ - [b]
- ป/ပ - [p]
- พ/ဖ - [pʰ]
- ฟ/ꩯ - [f]
- ม/မ - [m]
- ย/ယ - [j]
- ร/ရ - [r]
- ล/လ - [l]
- ว/ဝ - [w]
- ซ/သ - [ç/s]
- ฮ/ဟ - [h]
- ฮง/ငှ - [ŋ̊]
- ฮน/နှ - [n̥]
- ฮม/မှ - [m̥]
- ฮร/ရှ - [r̥]
- ฮล/လှ - [l̥~l]
- ฮว/ဝှ - [ʍ]
- อ/အ - [ʔ][pengganti]
Vokal
- อะ,อั/ ႊ - [a]
- อา/ ာ - [aː]
- อิ/ ိ - [i]
- อี/ ဳ - [iː]
- อึ/ ို - [ɯ]
- อื/ ိုဝ် - [ɯː]
- อุ/ ု - [u]
- อู/ ူ - [uː]
- เอ็/ ေ - [e]
- เอ/ ေဝ်- [eː]
- แอะ/ ႄ - [ɛ]
- แอ/ ႄဝ် - [ɛː]
- โอะ,โอ็/ ဴ - [o]
- โอ/ ဴဝ် - [oː]
- เอาะ,อ็อ/ ွ - [ɔ]
- ออ/ ွဝ် - [ɔː]
- เออะ/ ိူ - [ɤ]
- เออ,เอิ/ ိူဝ် - [ɤː]
- เอ็อ/ ဵု - [ʌ]
- เอา/ ်ွ - [aw]
- เอีย/ ႅ - [iə]
- เอือ/ ိုဝ် - [ɯə]
- อัว,-ว-/ ွ - [uə][9]
Rujukan
Catatan kaki
- ^ Nyah Kur di Ethnologue (ed. ke-18, 2015)
- ^ Ethnologue (dalam bahasa Inggris) (Edisi 25, 19), Dallas: SIL International, ISSN 1946-9675, OCLC 43349556, OL 20243680W, Wikidata Q14790
- ^ Hammarström, Harald; Forkel, Robert; Haspelmath, Martin, ed. (2023). "Nyahkur". Glottolog 4.8. Jena, Jerman: Max Planck Institute for the Science of Human History. ; ;
- ^ "UNESCO Interactive Atlas of the World's Languages in Danger" (dalam bahasa bahasa Inggris, Prancis, Spanyol, Rusia, and Tionghoa). UNESCO. 2011. Diarsipkan dari asli tanggal 29 April 2022. Diakses tanggal 26 Juni 2011. Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)
- ^ "UNESCO Atlas of the World's Languages in Danger" (PDF) (dalam bahasa Inggris). UNESCO. 2010. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 31 Mei 2022. Diakses tanggal 31 Mei 2022.
- ^ "Bahasa Nyah Kur". www.ethnologue.com (dalam bahasa Inggris). SIL Ethnologue.
- ^ "Myanmar". Ethnologue: Languages of the World. 2016. Diarsipkan dari asli tanggal 2016-10-10.
- ^ "Upsid Nyah Kur".
- ^ "Nyah Kur language". Omniglot. Diakses tanggal 9 September 2021.
Daftar pustaka
- Diffloth, G. (1984). The Dvaravati Old-Mon language and Nyah Kur. Chulalongkorn University Printing House, Bangkok. ISBN 974-563-783-1
- Huffman, F.E. (1990). Burmese Mon, Thai Mon and Nyah Kur: a synchronic comparison. Mon-Khmer Studies 16-17, pp. 31–64
- Premsrirat, Suwilai. 2002. "The Future of Nyah Kur." Bauer, Robert S. (ed.) 2002. Collected papers on Southeast Asian and Pacific languages. Canberra: Pacific Linguistics.
- Sidwell, Paul (2009). Classifying the Austroasiatic languages: history and state of the art. LINCOM studies in Asian linguistics, 76. Munich: Lincom Europa.
Pustaka lanjutan
- Theraphan L. Thongkum. (1984). Nyah Kur (Chao bon)–Thai–English dictionary. Monic language studies, vol. 2. Bangkok, Thailand: Chulalongkorn University Printing House. ISBN 974-563-785-8
- Memanas, Payau (1979). A description of Chaobon: an Austroasiatic language in Thailand. Mahidol University MA thesis.
Pranala luar
- Development of Modern Mon and Nyah Kur Paul Sidwell, Australian National University (diakses 11 Mei 2006) (dalam bahasa Inggris Australia)
Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.


