Bahasa Nyah Kur

Bahasa Nyah Kur
ญัฮกุร
Dituturkan diThailand
EtnisSuku Nyah Kur
Penutur
1.500 (2006)[1]
Perincian data penutur

Jumlah penutur beserta (jika ada) metode pengambilan, jenis, tanggal, dan tempat.[2]

Dialek
Chaiyaphum
Petchabun
Aksara Thai
Kode bahasa
ISO 639-3cbn
Glottolognyah1250[3]
Linguasfer46-GAA-b
IETFcbn
ELPNyahkur
Informasi penggunaan templat
Status pemertahanan
Terancam

CRSingkatan dari Critically endangered (Terancam Kritis)
SESingkatan dari Severely endangered (Terancam berat)
DESingkatan dari Devinitely endangered (Terancam)
VUSingkatan dari Vulnerable (Rentan)
Aman

NESingkatan dari Not Endangered (Tidak terancam)
ICHEL Red Book: Definitely Endangered
Nyah Kur diklasifikasikan sebagai bahasa terancam punah (DE) pada Atlas Bahasa-Bahasa di Dunia yang Terancam Kepunahan
C10
Kategori 10
Kategori ini menunjukkan bahwa bahasa telah punah (Extinct)
C9
Kategori 9
Kategori ini menunjukkan bahwa bahasa sudah ditinggalkan dan hanya segelintir yang menuturkannya (Dormant)
C8b
Kategori 8b
Kategori ini menunjukkan bahwa bahasa hampir punah (Nearly extinct)
C8a
Kategori 8a
Kategori ini menunjukkan bahwa bahasa sangat sedikit dituturkan dan terancam berat untuk punah (Moribund)
C7
Kategori 7
Kategori ini menunjukkan bahwa bahasa mulai mengalami penurunan ataupun penutur mulai berpindah menggunakan bahasa lain (Shifting)
C6b
Kategori 6b
Kategori ini menunjukkan bahwa bahasa mulai terancam (Threatened)
C6a
Kategori 6a
Kategori ini menunjukkan bahwa bahasa masih cukup banyak dituturkan (Vigorous)
C5
Kategori 5
Kategori ini menunjukkan bahwa bahasa mengalami pertumbuhan populasi penutur (Developing)
C4
Kategori 4
Kategori ini menunjukkan bahwa bahasa digunakan dalam institusi pendidikan (Educational)
C3
Kategori 3
Kategori ini menunjukkan bahwa bahasa digunakan cukup luas (Wider Communication)
C2
Kategori 2
Kategori ini menunjukkan bahwa bahasa yang digunakan di berbagai wilayah (Provincial)
C1
Kategori 1
Kategori ini menunjukkan bahwa bahasa nasional maupun bahasa resmi dari suatu negara (National)
C0
Kategori 0
Kategori ini menunjukkan bahwa bahasa merupakan bahasa pengantar internasional ataupun bahasa yang digunakan pada kancah antar bangsa (International)
10
9
8
7
6
5
4
3
2
1
0
EGIDS SIL EthnologueC7 Shifting
Bahasa Nyah Kur dikategorikan sebagai C7 Shifting menurut SIL Ethnologue, artinya sebagian atau kebanyakan penutur mulai beralih menuturkan bahasa lain dalam kesehariannya atau bahasa ini telah tergeser oleh bahasa besar lainnya
Referensi: [4][5][6]
Lokasi penuturan
Penyebaran bahasa-bahasa Monik di Thailand dan Myanmar, di mana Nyah Kur ditandai dengan wilayah biru.
 Portal Bahasa
L • B • PW   
Sunting kotak info  Lihat butir Wikidata  Info templat

Bahasa Nyah Kur, juga disebut sebagai bahasa Chao-bon oleh penutur Thai (bahasa Thai: ชาวบน), adalah suatu bahasa Austroasia yang dituturkan oleh sisa-sisa keturunan peradaban Dwarawati, yaitu suku Nyah Kur, yang kini bagian dari Thailand. Bahasa Nyah Kur memiliki 69% kesamaan leksikal dengan bahasa Mon, satu-satunya bahasa lain dalam rumpun bahasa Monik yang masih ada.[7]

Penyebaran

Nyah Kur (ɲɑ̤h kur) dituturkan oleh beberapa ribu orang di provinsi-provinsi bagian tengah dan timur laut (Sidwell 2009:113-114). Menurut Premsrirat (2002), terdapat 4.000 hingga 6.000 penutur Nyah Kur, sebagian besar tinggal di Provinsi Chaiyaphum. Dialek-dialek di wilayah utara Provinsi Phetchabun sangat terancam punah.

Dialek Selatan
Dialek Utara

Penggolongan dwibagian utara-selatan berasal dari kamus anekadialek Nyah Kur karya Theraphan L-Thongkum tahun 1984. Namun, Gerard Diffloth menganggap Nyah Kur terdiri dari tiga dialek, yaitu Utara, Tengah, dan Selatan.

Penggolongan luar

Nyah Kur merupakan satu dari dua bahasa Monik yang masih ada selain bahasa Mon.

Sejarah

Penutur Nyah Kur modern adalah keturunan Mon yang tidak melarikan diri ke barat ketika Khmer menyerbu peradaban mereka pada abad ke-9 dan ke-11. Akibatnya, Mon modern dan Nyah Kur keduanya berkembang langsung dari Mon Kuno secara mandiri selama hampir seribu tahun.

Nyah Kur ditemukan oleh para ahli bahasa pada awal abad ke-20, tetapi awalnya tidak diakui berkerabat dengan bahasa Mon selama hampir 70 tahun.

Akibat integrasi ke dalam masyarakat Thailand, jumlah penutur Nyah Kur sebagai bahasa pertama menurun drastis. Beberapa pihak memperkirakan bahasa ini akan punah dalam abad mendatang kecuali jika keadaan sebaliknya. Perubahan bahasa yang dipengaruhi oleh bahasa Thai juga terjadi seiring generasi muda melafalkan fonem-fonem tertentu yang berbeda dari generasi tua. Misalnya, akhiran -/r/ dan -/l/, yang tidak muncul sebagai akhiran dalam bahasa Thai, kini sering dilafalkan sebagai -[n] oleh generasi muda (Premsrirat 2002). Namun, karena generasi muda umumnya juga memiliki sikap positif terhadap bahasa mereka dan mendukung gagasan ortografi Nyah Kur, bahasa tersebut mungkin akan terlestarikan (Premsrirat 2002).

Fonologi

Berikut sistem konsonan dan vokal bahasa Nyah Kur:[8]

Konsonan

Dwibibir Gigi Lelangit Lelangit lunak Celah-suara
Letup p pʰ b t tʰ d c k ʔ
Geser (f) (s) ç h
Sengau m n ɲ ŋ̊ ŋ
Hampiran ʍ w l j
Getar r

Vokal

Depan Madya Belakang
takbulat bulat
Tinggi i iː ɯ ɯː u uː
Tengah e eː ɤ ɤː o oː
Rendah ɛ ɛː a aː ʌ ɔ ɔː
  • Semua vokal dapat memiliki suara napas, misalnya /a̤/

Diftong

Depan Belakang
takbulat bulat
Tinggi ia ua ɯa

Ortografi

Bahasa Nyah Kur dalam aksara Thai. Di Thailand, ortografi Nyah Kur Thailand akan ditampilkan berdampingan dengan campuran aksara Mon dan Khamti tradisional. Mon merupakan satu-satunya kerabat linguistik Nyah Kur yang masih ada dalam rumpun Monik, sementara Khamti merupakan kerabat dekat vahasa Thai baku, yang telah sangat memengaruhi Nyah Kur dalam hal fonologi. Namun, tidak seperti bahasa Thailand, aksara Khamti menggunakan turunan aksara Mon-Burma yang mirip dengan Mon.

Konsonan

  • ก/က - [k]
  • ค/ခ - [kʰ]
  • ง/ၚ - [ŋ]
  • จ/စ - [c]
  • ช/ဆ - [cʰ]
  • ญ/ဉ - [ɲ]
  • ด/ဒ - [d]
  • ต/တ - [t]
  • ท/ထ - [tʰ]
  • น/န - [n]
  • บ/ၜ - [b]
  • ป/ပ - [p]
  • พ/ဖ - [pʰ]
  • ฟ/ꩯ - [f]
  • ม/မ - [m]
  • ย/ယ - [j]
  • ร/ရ - [r]
  • ล/လ - [l]
  • ว/ဝ - [w]
  • ซ/သ - [ç/s]
  • ฮ/ဟ - [h]
  • ฮง/ငှ - [ŋ̊]
  • ฮน/နှ - [n̥]
  • ฮม/မှ - [m̥]
  • ฮร/ရှ - [r̥]
  • ฮล/လှ - [l̥~l]
  • ฮว/ဝှ - [ʍ]
  • อ/အ - [ʔ][pengganti]

Vokal

  • อะ,อั/ ႊ - [a]
  • อา/ ာ - [aː]
  • อิ/ ိ - [i]
  • อี/ ဳ - [iː]
  • อึ/ ို - [ɯ]
  • อื/ ိုဝ် - [ɯː]
  • อุ/ ု - [u]
  • อู/ ူ - [uː]
  • เอ็/ ေ - [e]
  • เอ/ ေဝ်- [eː]
  • แอะ/ ႄ - [ɛ]
  • แอ/ ႄဝ် - [ɛː]
  • โอะ,โอ็/ ဴ - [o]
  • โอ/ ဴဝ် - [oː]
  • เอาะ,อ็อ/ ွ - [ɔ]
  • ออ/ ွဝ် - [ɔː]
  • เออะ/ ိူ - [ɤ]
  • เออ,เอิ/ ိူဝ် - [ɤː]
  • เอ็อ/ ဵု - [ʌ]
  • เอา/ ်ွ - [aw]
  • เอีย/ ႅ - [iə]
  • เอือ/ ိုဝ် - [ɯə]
  • อัว,-ว-/ ွ - [uə][9]

Rujukan

Catatan kaki

  1. ^ Nyah Kur di Ethnologue (ed. ke-18, 2015)
  2. ^ Ethnologue (dalam bahasa Inggris) (Edisi 25, 19), Dallas: SIL International, ISSN 1946-9675, OCLC 43349556, OL 20243680W, Wikidata Q14790
  3. ^ Hammarström, Harald; Forkel, Robert; Haspelmath, Martin, ed. (2023). "Nyahkur". Glottolog 4.8. Jena, Jerman: Max Planck Institute for the Science of Human History. ; ;
  4. ^ "UNESCO Interactive Atlas of the World's Languages in Danger" (dalam bahasa bahasa Inggris, Prancis, Spanyol, Rusia, and Tionghoa). UNESCO. 2011. Diarsipkan dari asli tanggal 29 April 2022. Diakses tanggal 26 Juni 2011. Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)
  5. ^ "UNESCO Atlas of the World's Languages in Danger" (PDF) (dalam bahasa Inggris). UNESCO. 2010. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 31 Mei 2022. Diakses tanggal 31 Mei 2022.
  6. ^ "Bahasa Nyah Kur". www.ethnologue.com (dalam bahasa Inggris). SIL Ethnologue.
  7. ^ "Myanmar". Ethnologue: Languages of the World. 2016. Diarsipkan dari asli tanggal 2016-10-10.
  8. ^ "Upsid Nyah Kur".
  9. ^ "Nyah Kur language". Omniglot. Diakses tanggal 9 September 2021.

Daftar pustaka

  • Diffloth, G. (1984). The Dvaravati Old-Mon language and Nyah Kur. Chulalongkorn University Printing House, Bangkok. ISBN 974-563-783-1
  • Huffman, F.E. (1990). Burmese Mon, Thai Mon and Nyah Kur: a synchronic comparison. Mon-Khmer Studies 16-17, pp. 31–64
  • Premsrirat, Suwilai. 2002. "The Future of Nyah Kur." Bauer, Robert S. (ed.) 2002. Collected papers on Southeast Asian and Pacific languages. Canberra: Pacific Linguistics.
  • Sidwell, Paul (2009). Classifying the Austroasiatic languages: history and state of the art. LINCOM studies in Asian linguistics, 76. Munich: Lincom Europa.

Pustaka lanjutan

  • Theraphan L. Thongkum. (1984). Nyah Kur (Chao bon)–Thai–English dictionary. Monic language studies, vol. 2. Bangkok, Thailand: Chulalongkorn University Printing House. ISBN 974-563-785-8
  • Memanas, Payau (1979). A description of Chaobon: an Austroasiatic language in Thailand. Mahidol University MA thesis.

Pranala luar

Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.

×
Advertisement