Asio capensis

Asio capensis Suntingan nilai di Wikidata

Suntingan nilai di Wikidata
Status konservasi
Risiko rendah
IUCN22689535 Suntingan nilai di Wikidata
Taksonomi
KelasAves
OrdoStrigiformes
FamiliStrigidae
GenusAsio
SpesiesAsio capensis Suntingan nilai di Wikidata
Smith, 1834
Tata nama
ProtonimOtus capensis Suntingan nilai di Wikidata

Burung hantu rawa (Asio capensis) adalah spesies burung hantu berukuran sedang hingga besar dalam famili Strigidae.

Deskripsi

Burung hantu rawa (Asio capensis) berukuran sedang, berwarna cokelat tua dengan kepala berbentuk labu dan memiliki “tanduk” kecil.[1] Cakram wajah berwarna krem pucat dengan tepi cokelat tua yang diberi bintik-bintik krem. Area sekitar mata berwarna cokelat tua, dan mata juga berwarna cokelat tua. Tanduk telinga berwarna cokelat tanah, cukup kecil, sering tidak terlihat, dan terletak dekat tengah dahi. Ekor berwarna cokelat tua dengan garis krem pucat dan ujung putih. Tarsi berbulu krem kekuningan, jari-jari kaki tertutup bulu krem pucat, menyisakan ujung cokelat tua. Cakar berwarna hitam keabu-abuan. Jantan umumnya lebih pucat daripada betina, dan ada variasi individual dalam warna. Panjang tubuh 31–38 cm, panjang sayap 284–380 mm, panjang ekor 132–186 mm, dan berat 225–485 g.[2]

Habitat

Habitatnya adalah padang rumput terbuka, lahan rawa, dan semak pendek, biasanya dekat rawa, kolam, atau bendungan. Burung hantu rawa bersarang di tanah dan kadang meninggalkan daerah tertentu saat musim kering. Habitatnya rentan terhadap kerusakan akibat pertanian atau penggembalaan berlebihan.[3][4]

Perilaku

Musim bersarang biasanya pada akhir musim hujan atau awal musim kering.[4] Burung hantu ini monogami dan sering mempertahankan wilayah, kadang bersarang dalam koloni longgar. Wilayah teritorial biasanya 0,8–2,5 km², meski bisa lebih kecil di populasi padat. Sarang biasanya berupa lubang di tengah rumpun rumput, ditutupi rumput atau semak, dengan dasar dilapisi dedaunan kering. Betina bertelur 2–6 butir berwarna putih, dengan masa inkubasi 27–28 hari, selama itu betina tetap di sarang dan diberi makan oleh jantan. Anak burung tetap di sarang sekitar 18 hari, terbang penuh pada 29–35 hari, dan berbulu sempurna pada 70 hari.[2]

Burung hantu rawa biasanya ditemukan sendiri atau berpasangan. Mereka umumnya nokturnal, meskipun kadang aktif pada pagi dan sore hari.[1]

Makanan burung hantu rawa terdiri dari hewan pengerat kecil, serangga, dan vertebrata kecil lainnya. Mangsa termasuk tikus, vole, musang kecil, anak kelinci, kelelawar, burung hingga ukuran bebek atau merpati kecil, katak, kadal, kalajengking, kumbang, dan belalang.[2]

Referensi

  1. ^ a b Newman, Kenneth (1994). Newman's Birds of Southern Africa. South Africa: Southern Book Publishers. hlm. 216.
  2. ^ a b c Lewis, Deane. "Marsh Owl (Asio capensis) - Information, Pictures, Sounds - The Owl Pages". The Owl Pages (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2018-05-21.
  3. ^ Malan, Gerard (2009). Raptor Survey and Monitoring. South Africa: Briza Publications. hlm. 10–17.
  4. ^ a b Harrison, J.A., Allan, D.G., Underhill, L.G., Herremans, M., Tree, A.J., Parker, V. & Brown, C.J. (eds). 1997. The atlas of southern African birds. Vol. 1: Non-passerines. BirdLife South Africa, Johannesburg


Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.

×
Advertisement