Asad bin Sa'yah al-Qurazhiy

Beliau adalah salah satu tokoh yang masuk Islam dari kalangan Yahudi Bani Quraizhah. Sebelum malam penaklukkan benteng Bani Quraizhah, ia bersama dengan temannya, yaitu Abdullah bin Salam dan saudaranya Tsa'labah bin Sa'yah mengajak kepada seluruh kaum Yahudi di sana untuk mengikuti jejak mereka tapi gagal. Pertemuannya dengan Nabi Muhammad dalam kondisi sudah berislam menjadikan dia salah satu Sahabat Nabi.[1]

Kisah Keislaman

Berdasarkan riwayat yang dituturkan oleh Ibnu Sakan, penyebab atau perantara keislaman dari ketiga tokoh Yahudi Bani Quraizhah adalah seorang yang bernama Ibnu al-Hayyiban (akan ada kisah panjang dalam riwayat tersebut). Tokoh inilah yang memberitakan kepada mereka bertiga tentang kedatangan seorang Nabi akhir zaman di tanah Arab, tepatnya di Kota Madinah. Satu malam sebelum terjadinya penaklukkan benteng Bani Quraizhah, mereka sudah mengingatkan kaumnya bahwa sifat fisik dan non-fisik yang terdapat pada diri Nabi Muhammad sesuai dengan apa yang diberitakan oleh Ibnu al-Hayyiban sebagai salah satu cendekiawan Yahudi di sana. Saat kaumnya menolak, maka mereka bertiga bergegas untuk menemui Nabi dan menyatakan keislaman mereka di hadapannya.[2]

Ketika mereka bertiga diketahui sudah masuk Islam, orang-orang Yahudi berkata: Tidak ada yang mendatangi Muhammad (untuk berislam) kecuali dia adalah orang paling buruk di antara kita. Oleh sebab perkataan mereka ini, turunlah ayat dari surat Ali-Imran yang berbunyi:

"Mereka itu tidak sama. Di antara Ahli Kitab ada golongan yang lurus, mereka membaca ayat-ayat Allah pada malam hari, dan mereka (juga) bersujud (salat)."

dan ayat setelahnya:

"Mereka beriman kepada Allah dan hari akhir, menyuruh (berbuat) yang makruf, mencegah dari yang mungkar, dan bersegera (mengerjakan) berbagai kebajikan. Mereka termasuk orang-orang saleh." (Ali-Imran 113-114)[3]

Sumber Pustaka

Referensi

  1. ^ Ma'rifat as-Shahabah li Abi Nu'aim jilid 1. hlm. 254. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  2. ^ Sirah Ibnu Ishaq. hlm. 64–65. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  3. ^ Tafsir Ibnu Jarir at-Thabari jilid 5. hlm. 691. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)

Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.

×
Advertisement