Artemisia japonica
| Artemisia japonica | |
|---|---|
| Klasifikasi ilmiah | |
| Kerajaan: | Plantae |
| Klad: | Tracheophyta |
| Klad: | Angiospermae |
| Klad: | Eudikotil |
| Klad: | Asteridae |
| Ordo: | Asterales |
| Famili: | Asteraceae |
| Genus: | Artemisia |
| Spesies: | A. japonica
|
| Nama binomial | |
| Artemisia japonica | |
| Sinonim | |
Artemisia japonica, yang dalam bahasa Jepang dikenal sebagai otoko-yomogi (オトコヨモギ), merupakan spesies dari genus Artemisia dalam famili Asteraceae. Tanaman ini tersebar luas di Asia Timur dan Asia Selatan, mencakup wilayah Jepang, Korea, Tiongkok, Asia Tenggara, serta Anak benua India.[1] Meskipun termasuk tumbuhan yang tahan terhadap berbagai kondisi lingkungan, Artemisia japonica diketahui rentan terhadap parasit, terutama Globodera artemisiae. Parasit ini pertama kali tercatat menginfeksi spesies tersebut pada September 2020, meskipun umumnya lebih sering menyerang Artemisia vulgaris.[2] Di kawasan Ladakh dan Lahoul, India, tanaman ini menjadi pakan bagi domba dan kambing, tetapi tidak disukai oleh yak yang hidup di sana.[3]
Deskripsi
Artemisia japonica merupakan tumbuhan herba abadi yang dapat tumbuh dengan tinggi antara 50 hingga 130 sentimeter. Bagian bawah batangnya tebal, berkayu, dan memiliki aroma yang kuat. Daunnya tersusun rapat di bagian atas batang, membentuk kelompok dengan ujung yang membulat. Bilah daun memiliki bentuk yang bervariasi, mulai dari spatulat dan lonjong hingga melebar menyerupai kipas. Buahnya berupa buah kurung berwarna cokelat dengan bentuk seperti telur.[4] Tandan bunganya terdiri atas banyak kapitula yang menggantung, berbentuk bulat telur hingga hampir bulat, masing-masing mengandung 12–15 kuntum berwarna kuning. Bunga-bunganya bersifat biseksual, yakni memiliki organ jantan dan betina dalam satu kuntum.[3] Periode berbunga berlangsung dari Agustus hingga November, dengan kemunculan paling sering pada bulan Agustus hingga Oktober.[5] Berdasarkan catatan, sekitar 82,3% spesimen Artemisia japonica yang ditemukan adalah sampel yang diawetkan, sedangkan 17,0% sisanya merupakan hasil pengamatan langsung di lapangan. Spesies ini paling umum dijumpai di Tiongkok, Jepang, dan Korea.[6]
Kegunaan
Daun muda Artemisia japonica dapat dimasak dan dikonsumsi sebagai sayuran, sedangkan daun yang lebih tua dimanfaatkan untuk membantu pencernaan. Namun, konsumsi rebusan daun dalam jumlah berlebihan dapat menyebabkan peningkatan tekanan darah. Getah atau jus dari tanaman ini secara tradisional digunakan untuk mengobati vaginitis dan berbagai gangguan kulit.[7] Selain itu, tanaman yang telah dikeringkan sering digiling menjadi bubuk dan digunakan sebagai bahan dupa.[8]
Dalam pengobatan tradisional Asia Timur, A. japonica juga dikenal memiliki khasiat antitoksik dan penurun demam. Berdasarkan penelitian mengenai produksi artemisinin pada berbagai spesies Artemisia, A. japonica menunjukkan kandungan artemisinin pada tingkat sedang, yakni berkisar antara 0,05% hingga 0,15%, dengan konsentrasi tertinggi ditemukan pada bagian bunganya dibandingkan dengan daunnya.[9]
Referensi
- ^ "Artemisia japonica Thunb. | Plants of the World Online | Kew Science". Plants of the World Online (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2023-08-09.
- ^ Jiang, Ru; Li, Yunqing; Huang, Liqiang; Peng, Huan; Peng, Deliang (November 2020). "First Report of Globodera artemisiae on Artemisia japonica from Guizhou and Yunnan Provinces, China". Plant Disease (dalam bahasa Inggris). 104 (11): 3083. doi:10.1094/PDIS-04-20-0874-PDN. ISSN 0191-2917.
- ^ a b "Artemisia japonica in Flora of Pakistan". www.efloras.org. Diakses tanggal 2025-11-09.
- ^ "Artemisia japonica Thunb". worldfloraonline.org. Diarsipkan dari asli tanggal 10 August 2023. Diakses tanggal 10 August 2023.
- ^ "Artemisia japonica Thunberg". flowers.la.coocan.jp. Diakses tanggal 2023-08-10.
- ^ "Artemisia japonica Thunb". www.gbif.org (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2023-08-10.
- ^ "Artemisia japonica PFAF Plant Database". pfaf.org. Diakses tanggal 2023-08-10.
- ^ "Artemisia japonica - Useful Temperate Plants". temperate.theferns.info. Diakses tanggal 2023-08-10.
- ^ Mannan, Abdul; Ahmed, Ibrar; Arshad, Waheed; Asim, Muhammad; Qureshi, Rizwana; Hussain, Izhar; Mirza, Bushra (November 4, 2010). "Survey of artemisinin production by diverse Artemisia species in northern Pakistan". Malaria Journal. 9: 310. doi:10.1186/1475-2875-9-310. PMC 2989329. PMID 21047440.
Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.


