Arsitektur Tudor

Gaya arsitektur Tudor merupakan tahap terakhir perkembangan arsitektur abad pertengahan di Inggris dan Wales selama periode Tudor (1485–1603) dan bahkan sesudahnya, sekaligus menjadi awal masuknya arsitektur Renaissance ke Britania. Gaya ini muncul setelah gaya Gotik Perpendicular periode akhir dan secara bertahap berkembang menuju estetika yang lebih selaras dengan tren yang telah berlangsung di daratan Eropa, terutama ketika negara-negara lain sudah mengalami Renaisans Utara terlihat di Italia dan khususnya Prancis, yang saat itu telah jauh melaju dalam revolusi seni, arsitektur, dan pemikiran. Salah satu subtipe arsitektur Tudor adalah arsitektur Elizabethan, sekitar 1560 hingga 1600, yang menunjukkan kesinambungan dengan arsitektur Jacobean pada awal periode Stuart.
Henry VIII dan Selanjutnya
Henry VII digantikan oleh putranya yang kedua, Henry VIII, seorang tokoh dengan karakter yang sangat berbeda dari ayahnya dan yang menghabiskan dana dalam jumlah besar untuk membangun banyak istana (kebanyakan kini telah hilang) serta berbagai bentuk pertunjukan kemewahan lainnya. Di salah satu halaman Istana Hampton Court, ia memasang sebuah air mancur yang pada saat perayaan mengalirkan anggur.[1] Ia juga membangun instalasi militer di sepanjang pesisir selatan Inggris dan di perbatasan dengan Skotlandia, yang pada masa itu masih merupakan negara terpisah.

Istana paling ambisius yang dibangun Henry VIII adalah Istana Nonsuch, terletak di selatan London dan kini telah lenyap. Istana ini dirancang untuk menandingi kemegahan istana-istana raja Prancis pada masa itu dan, seperti halnya di Prancis, melibatkan seniman Italia yang diimpor, meskipun arsitekturnya tetap bernafaskan Eropa Utara. Sebagian besar kompleks istana Tudor yang masih bertahan hingga kini berada di Istana Hampton Court, yang diambil alih Henry dari menterinya yang jatuh dari kekuasaan, Kardinal Wolsey. Henry kemudian memperluas bangunan tersebut, menjadikannya istana kerajaan Tudor yang paling representatif dalam menampilkan ciri khas gaya tersebut.
Seiring berjalannya waktu, denah bangunan berbentuk persegi empat, H, atau E semakin umum digunakan, dengan bentuk H mencapai puncaknya pada masa pemerintahan putra dan penerus Henry VII.[2] Pada bangunan-bangunan besar saat itu juga lazim dimasukkan “devices”, teka-teki atau permainan simbol ke dalam desain arsitektur, sebagai cara pemilik menunjukkan kecerdasan dan memberi hiburan bagi para tamu. Kadang-kadang unsur tersebut berupa simbol Katolik, seperti rujukan halus maupun mencolok kepada Trinitas, misalnya pada denah berbentuk segitiga, huruf Y, atau motif tiga sisi.[3] Pada masa sebelumnya, bangunan gerejawi menonjolkan bentuk salib untuk menghormati Kristus, sebagaimana tampak pada Old St Paul’s dan Katedral York yang masih bertahan. Namun seluruh bangunan gerejawi pada masa Tudor berada dalam kondisi gejolak besar yang dipicu oleh Reformasi Henry VIII.
Henry memulai pemerintahannya sebagai “Defender of the Faith”, gelar yang dianugerahkan kepadanya oleh Paus Leo X pada tahun 1520.[4] Jauh sebelum itu, ia telah memiliki akar religiositas Katolik yang kuat. Kedua orang tuanya sangat taat, dan salah satu bibinya, Bridget dari York, bahkan menjadi biarawati. Arsip kerajaan Inggris mencatat kebiasaan devosi keluarga Tudor: Henry VII rutin mengikuti misa setiap hari dan dikenal sangat religius menurut keterangan Polydore Vergil.[5] Elizabeth dari York aktif dalam kegiatan amal—salah satu dari tiga kebajikan utama dalam tradisi Katolik, bahkan hingga melampaui anggarannya saat membantu kaum miskin dan anak yatim, sebagaimana tercatat dalam buku rekening istana. Karena Arthur, kakak Henry, yang dipersiapkan menjadi raja, Henry justru diberi pendidikan yang diarahkan ke bidang keagamaan, dengan penekanan kuat pada teologi.[6] Pilihan pendidikan inilah yang kelak memungkinkan Henry terlibat dalam perdebatan mengenai peran dan kekuasaan klerus, serta akhirnya mengubah “versi iman” yang ia bela.
Rujukan
Referensi
- ^ "Henry VIII wine fountain unveiled" (dalam bahasa Inggris (Britania)). 2010-04-29. Diakses tanggal 2025-11-17.
- ^ Pragnell, Hubert J. (Hubert John) (1984). The styles of English architecture. Internet Archive. London : B.T. Batsford. ISBN 978-0-7134-3768-3.
- ^ Airs, Malcolm (1982). Tudor and Jacobean: a guide and gazetteer. The Buildings of Britain. London: Barrie & Jenkins. ISBN 978-0-09-147830-8.
- ^ "Defender of the faith | Henry VIII, Elizabeth I & Charles I | Britannica". www.britannica.com (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-11-17.
- ^ "Henry VII - the man". History Learning Site (dalam bahasa Inggris (Britania)). Diakses tanggal 2025-11-17.
- ^ Editors, HISTORY com (2009-11-09). "Henry VIII - King, Wives & Children | HISTORY". HISTORY (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-11-17.
Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.


