Arrow Air Penerbangan 1285R

Arrow Air Penerbangan 1285R
Puing-puing pesawat yang ditampung di Bandar Udara Internasional Gander
Ringkasan kecelakaan
Tanggal12 Desember 1985
RingkasanPembekuan atmosfer dan kelebihan muatan yang menyebabkan pesawat kehilangan daya angkat
Lokasi
Peta
Pesawat

N950JW, pesawat yang mengalami kecelakaan, terlihat pada Mei 1985
Jenis pesawatMcDonnell Douglas DC-8-63CF
OperatorArrow Air
IATAMF1285R
ICAOAPW950
Kode panggilBIG-A 950
RegistrasiN950JW
AsalBandar Udara Internasional Kairo, Mesir
Perhentian ke-1Bandar Udara Köln Bonn, North Rhine-Westphalia, Jerman Barat
Perhentian akhirBandar Udara Internasional Gander, Newfoundland, Kanada
TujuanPangkalan Udara Militer Campbell, Kentucky, Amerika Serikat
Orang dalam pesawat256
Penumpang248
Awak8
Tewas256
Selamat0

Arrow Air Penerbangan 1285R merupakan penerbangan sewaan internasional yang mengangkut personel Angkatan Darat Amerika Serikat dari Kairo, Mesir, menuju pangkalan mereka di Fort Campbell, Kentucky, Amerika Serikat, dengan persinggahan di Köln, Jerman Barat, dan Gander, Newfoundland.[1]

Pada pagi hari Kamis, 12 Desember 1985, tidak lama setelah lepas landas dari Bandar Udara Internasional Gander di Kanada dalam perjalanan menuju Fort Campbell, pesawat McDonnell Douglas DC-8 yang mengoperasikan penerbangan tersebut mengalami kehilangan daya angkat (stall), lalu jatuh dan terbakar sekitar setengah mil dari landasan pacu. Seluruh 248 penumpang dan 8 awak di dalamnya tewas. Hingga tahun 2026, peristiwa ini tercatat sebagai kecelakaan penerbangan paling mematikan yang pernah terjadi di wilayah Kanada.[2] Pada saat kejadian, kecelakaan ini juga merupakan yang paling mematikan yang melibatkan DC-8, sebelum kemudian dilampaui oleh kecelakaan Nigeria Airways Penerbangan 2120 hampir enam tahun kemudian.[2]

Kecelakaan ini diselidiki oleh Badan Keselamatan Penerbangan Kanada (CASB), yang menyimpulkan bahwa penyebab paling mungkin adalah meningkatnya hambatan udara (drag) dan berkurangnya daya angkat secara tidak terduga, kemungkinan besar akibat kontaminasi es pada bagian depan (leading edge) dan permukaan atas sayap, serta perkiraan berat pesawat yang terlalu rendah.[3] Namun, laporan lain menyatakan bahwa kecelakaan tersebut bisa saja disebabkan oleh ledakan di dalam pesawat dengan asal yang tidak diketahui sebelum benturan, dan salah satu penyelidik yang berbeda pendapat kemudian menyampaikan kepada komite Kongres Amerika Serikat bahwa lapisan es tipis tidak cukup untuk menjatuhkan pesawat.[4] Perbedaan pandangan ini menyebabkan tertundanya perubahan prosedur penghilangan es (de-icing), hingga kemudian lapisan es tipis kembali menjadi faktor dalam kecelakaan fatal Air Ontario Penerbangan 1363 di Kanada pada tahun 1989 dan USAir Penerbangan 405 pada tahun 1992.

Menurunnya kepercayaan terhadap hasil investigasi CASB mendorong Pemerintah Kanada membubarkan lembaga tersebut pada tahun 1990 dan menggantinya dengan badan investigasi independen lintas moda, yaitu Badan Keselamatan Transportasi Kanada.

Kecelakaan

Pesawat McDonnell Douglas DC-8-63CF disewa untuk mengangkut personel Angkatan Darat Amerika Serikat kembali ke pangkalan mereka di Fort Campbell, Kentucky. Mereka baru saja menyelesaikan penugasan selama enam bulan di Semenanjung Sinai dalam misi penjaga perdamaian Pasukan dan Pengamat Multinasional (Multinational Force and Observers). Pesawat DC-8 yang terlibat (bernomor registrasi N950JW) diproduksi pada tahun 1969, awalnya dikirim ke Eastern Air Lines, lalu disewakan ke beberapa maskapai sebelum akhirnya dioperasikan oleh Arrow Air melalui perusahaan induknya, International Air Leases.[3]

Penerbangan ini terdiri atas tiga etape, dengan pengisian bahan bakar di Köln dan Gander.[3] Pesawat berangkat dari Kairo pada pukul 20.35 UTC, Rabu, 11 Desember 1985, dan tiba di Köln pada pukul 01.21 UTC, Kamis, 12 Desember 1985.

Awak penerbangan, Kapten John Griffin dan Kopilot Joseph Connelly (keduanya berusia 45 tahun), serta teknisi penerbangan Michael Fowler (48 tahun), naik ke pesawat sebelum keberangkatan menuju Gander pada pukul 02.50 UTC.[3] Pesawat tiba di Bandar Udara Internasional Gander pada pukul 09.04. Para penumpang turun sembari pengisian bahan bakar pesawat. Saksi melaporkan bahwa teknisi penerbangan melakukan inspeksi eksternal pesawat sebelum penumpang kembali naik.

Pesawat mulai meluncur untuk lepas landas di landasan pacu 22 pada pukul 10.15 UTC (06.45 waktu setempat). Pesawat mulai mengangkat hidung (rotasi) sekitar 51 detik setelah rem dilepas, dengan kecepatan sekitar 167 knot (309 km/h; 192 mph). Saksi menyatakan pesawat tampak kesulitan menambah ketinggian setelah rotasi. Setelah mengudara, kecepatan sempat meningkat menjadi 172 knot (319 km/h; 198 mph) sebelum kembali menurun.[3]

Setelah melintasi jalan raya Trans-Canada pada ketinggian yang sangat rendah (sekitar 900 kaki (270 m) dari ujung landasan), sudut hidung pesawat tetap menanjak, tetapi ketinggian pesawat terus menurun. Para saksi yang berada di jalan raya melaporkan melihat cahaya terang dari pesawat sebelum akhirnya menghantam tanah di dekat Danau Gander, sekitar 3.500 kaki (1.100 m) dari ujung landasan.[3]

Pesawat terbentur, menghantam sebuah gudang kosong, lalu meledak. Ledakan tersebut memicu kebakaran hebat yang diperparah oleh banyaknya bahan bakar yang masih tersisa untuk etape terakhir penerbangan. Seluruh 248 penumpang dan 8 awak tewas.[3] Laporan autopsi menunjukkan bahwa sebagian besar korban tidak meninggal saat benturan, melainkan beberapa menit kemudian akibat kebakaran.[3]

Investigasi

Sisa-sisa mortir ditemukan di lokasi kecelakaan, yang kemudian digunakan sebagai penjelasan kemungkinan penyebab kecelakaan oleh para anggota CASB yang tidak setuju

CASB menyimpulkan bahwa selama pendekatan menuju Gander, kondisi presipitasi (curah hujan dan butiran es) mendukung terbentuknya es pada sayap pesawat. Setelah mendarat, pesawat tetap terpapar presipitasi beku yang dapat menyebabkan permukaan atas sayap menjadi kasar, ditambah suhu yang berada di bawah titik beku. Selain itu, pesawat diketahui tidak menjalani prosedur de-icing sebelum lepas landas.[3]

Dewan menyatakan bahwa segera setelah lepas landas, pesawat mengalami peningkatan hambatan udara dan penurunan daya angkat yang menyebabkan anjlok pada ketinggian rendah, sehingga kondisi tersebut tidak dapat dipulihkan. Penyebab paling mungkin adalah kontaminasi es pada bagian depan dan permukaan atas sayap. Faktor lain, seperti kemungkinan berkurangnya daya dorong mesin nomor empat dan penggunaan kecepatan referensi lepas landas yang tidak tepat, diduga memperburuk kondisi tersebut.

Namun, empat dari sembilan anggota CASB menyampaikan pendapat berbeda, menyatakan tidak ada bukti kuat keberadaan es pada sayap. Mereka berspekulasi bahwa kebakaran di udara akibat ledakan dengan sumber yang tidak diketahui mungkin menyebabkan kegagalan sistem secara menyeluruh.[4]

Investigasi juga mencatat keterbatasan data dari perekam data penerbangan lama yang hanya merekam parameter dasar seperti kecepatan, ketinggian, arah, dan percepatan vertikal. Selain itu, mikrofon di kokpit tidak berfungsi, sehingga perekam suara kokpit tidak menghasilkan data yang berguna.[3]

Peninjauan ulang oleh hakim Mahkamah Agung Kanada, Willard Estey, pada tahun 1989 menyatakan bahwa bukti yang tersedia tidak cukup kuat untuk mendukung kesimpulan mana pun secara pasti.[5] Hal ini semakin mengikis kepercayaan publik terhadap CASB, yang akhirnya dibubarkan dan digantikan oleh Badan Keselamatan Transportasi Kanada.

Pascakecelakaan

Keranda dibawa masuk menuju upacara peringatan di Pangkalan Angkatan Udara Dover pada 16 Desember 1985

Pada hari kecelakaan, Islamic Jihad Organization (yang terhubung dengan Hizbullah) mengklaim bahwa kecelakaan tersebut karena perbuatan mereka.[6] Namun, klaim tersebut segera ditolak oleh pemerintah Kanada dan Amerika Serikat.[7]

Jumlah korban, sebanyak 256 orang, menjadikan kecelakaan ini sebagai yang paling mematikan di Kanada serta kecelakaan udara paling mematikan dalam sejarah Angkatan Darat Amerika Serikat pada masa damai.[8]

Sebagian besar korban adalah anggota Divisi Lintas Udara ke-101. Pada 16 Desember 1985, Presiden Ronald Reagan menghadiri upacara peringatan di Fort Campbell dan menyampaikan penghormatan kepada para korban sebagai penjaga perdamaian.[9]

Tugu peringatan didirikan di lokasi kecelakaan yang menghadap Danau Gander, serta di Fort Campbell dan Hopkinsville, Kentucky. Jejak kecelakaan masih terlihat hingga kini.

Perbedaan pendapat dalam laporan investigasi juga berdampak pada tertundanya perubahan prosedur de-icing, yang kemudian baru diperbaiki setelah kecelakaan-kecelakaan berikutnya.

Dramatisasi media

Peristiwa ini diduga disebut dalam film Tamil India December Pookkal, dalam sebuah adegan yang merujuk pada berita kecelakaan pesawat.

Seri dokumenter kriminal Unsolved Mysteries juga membahas spekulasi terhadap kecelakaan ini.[10] Selain itu, seri dokumenter penerbangan Mayday menampilkan rekonstruksi dan investigasinya dalam episode berjudul "Split Decision".[11]

Referensi

  1. ^ "258 killed in Gander plane crash" [258 orang tewas dalam kecelakaan pesawat di Gander]. The Citizen (dalam bahasa Inggris). Ottawa, Kanada. The Canadian Press. 12 December 1985. hlm. 1.
  2. ^ a b Ranter, Harro. "Accident McDonnell Douglas DC-8-63CF N950JW, Thursday 12 December 1985". Aviation Safety Network (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 1 Mei 2026.
  3. ^ a b c d e f g h i j "Aviation Occurrence Report, Arrow Air Inc. Douglas DC-8-63 N950JW, Gander International Airport, Newfoundland, 12 December 1985" [Laporan Kejadian Penerbangan, Arrow Air Inc. Douglas DC-8-63 N950JW, Bandar Udara Internasional Gander, Newfoundland, 12 Desember 1985] (PDF) (dalam bahasa Inggris). Badan Keselamatan Penerbangan Kanada. 14 November 1988. Diakses tanggal 11 September 2017.
  4. ^ a b Dissenting Opinion, Arrow Air Inc. Douglas DC-8-63 N950JW, Gander International Airport, Newfoundland, 12 December 1985 [Pendapat Berbeda, Arrow Air Inc. Douglas DC-8-63 N950JW, Bandar Udara Internasional Gander, Newfoundland, 12 Desember 1985] (PDF) (dalam bahasa Inggris). Badan Keselamatan Penerbangan Kanada. 14 November 1988. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 4 April 2005. Diakses tanggal 13 Desember 2021.
  5. ^ "Canada Judge Rejects New Gander Crash Probe" [Hakim Kanada menolak penyelidikan baru terhadap kecelakaan di Gander]. Los Angeles Times (dalam bahasa Inggris). 22 Juli 1989. Diakses tanggal 1 Mei 2026.
  6. ^ Blanford, Nicholas (2011). Warriors of God: inside Hezbollah's thirty-year struggle against Israel (dalam bahasa Inggris) (Edisi 1). New York: Random House. ISBN 978-1-4000-6836-4. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  7. ^ "Plane's airworthiness questioned" [Kelaikan terbang pesawat dipertanyakan]. The Citizen (dalam bahasa Inggris). Ottawa, Kanada. 13 Desember 1985. hlm. 1. Diakses tanggal 1 Mei 2026.
  8. ^ Wolf, Marion E.; Mosnaim, Aron D.; American Psychiatric Association, ed. (1990). Post-traumatic stress disorder: etiology, phenomenolgy and treatment (dalam bahasa Inggris). Washington, D.C: American Psychiatric Press. ISBN 978-0-88048-299-8. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  9. ^ "Remarks at a Memorial Service in Fort Campbell, Kentucky, for the Members of the 101st Airborne Division Who Died in the Airplane Crash in Gander, Newfoundland" [Ucapan dalam Upacara Peringatan di Fort Campbell, Kentucky, untuk Para Anggota Divisi Lintas Udara ke-101 yang Tewas dalam Kecelakaan Pesawat di Gander, Newfoundland]. Ronald Reagan (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 1 Mei 2026.
  10. ^ "Airliner Crash at Gander" [Kecelakaan Pesawat di Gander]. Unsolved Mysteries (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 1 Mei 2026.
  11. ^ ""Air Crash Investigation" Split Decision (TV Episode 2012)". IMDb (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 1 Mei 2026.

Pranala luar

Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.

×
Advertisement