Arif Satria (akademisi)
Arif Satria | |
|---|---|
| Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional ke-3 | |
| Mulai menjabat 10 November 2025 | |
| Presiden | Prabowo Subianto |
| Wakil | Amarulla Octavian |
| Rektor Institut Pertanian Bogor ke-14 | |
| Masa jabatan 15 Desember 2017 – 11 Desember 2025 | |
| Menteri | Muhadjir Effendy Nadiem Makarim Brian Yuliarto |
| Informasi pribadi | |
| Lahir | 17 September 1971 Pekalongan, Indonesia |
| Almamater | |
| Pekerjaan | Akademisi |
Arif Satria (lahir 17 September 1971) adalah seorang akademisi yang berasal dari Indonesia. Saat ini, ia menjabat sebagai Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional[1] sejak 10 November 2025. Ia pernah menjabat sebagai Rektor Institut Pertanian Bogor dari 2017 hingga 2025.[2][3][4]
Kehidupan
Pendidikan
Arif Satria menjalani pendidikan dasar hingga menengah atas di Pekalongan.[5] Ia mendapat gelar sarjana dari Insititut Pertanian Bogor dengan mengambil program pendidikan dalam bidang ilmu ekonomi pertanian, yang ia selesaikan pada tahun 1995. Ia kemudian menjalani pendidikan magister sosiologi pedesaan di IPB hingga tahun 1999. Gelar doktor ia peroleh pada tahun 2006 dari Department of Marine Social Science Universitas Kagoshima. Pada tahun 2019, ia diangkat menjadi guru besar tetap dalam bidang ekologi-politik di IPB.[6]
Karier
Arif terpilih sebagai Dekan Fakultas Ekologi Manusia (Fema) untuk periode 2010 hingga 2017. Hal tersebut menjadikannya dekan termuda di lingkungan IPB. Ia kemudian turut terlibat dalam penyusunan berbagai kebijakan terkait kelautan dan perikanan, termasuk penyusunan UU Perikanan Nomor 31/2004, Revisi UU Pengelolaan Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil, penyusunan Konsep Ekonomi Biru, dan sejumlah Peraturan Pemerintah serta Peraturan Menteri.[butuh rujukan]
Ia juga menjadi pembicara dalam seminar nasional, lokakarya, dan konferensi Internasional. Beberapa di antaranya sebagai delegasi Indonesia pada Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Bumi Rio +20 yang diselenggarakan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Rio de Jeneiro, Brasil, pada tahun 2012. Ia juga menjadi speaker dalam high official forum yang diselenggarakan oleh Food and Agriculture Organization (FAO) di Roma pada tahun 2019.[7]
Penghargaan
Pada tahun 2009, Arif Satria mendapatkan Anugerah Kekayaan Intelektual Luar Biasa tahun 2009 dalam Bidang Ilmu Pengetahuan dari Mendiknas.[8] Setahun sebelumnya, ia meraih Yamomoto Award 2008, yakni The First Winner of the JIFRS Yamamoto Prize for the Best Paper pada International Institute of Fisheries Economics and Trade (IIFET) Conference, Juli 2008, di Nha Trang, Vietnam. IIFET adalah organisasi profesi bidang sosial ekonomi perikanan yang sekretariatnya terdapat di Oregon State University, USA.[butuh rujukan]
Pada tahun 2013, ia meraih Penghargaan Akademisi Peduli Penyuluhan dan SDM Perikanan dari Kementrian Kelautan dan Perikanan. Pada tahun 2019, ia juga mendapatkan Second Winner of The Academic Leader Award selaku Dosen dengan Tugas Tambahan sebagai Rektor PTNBH (2019).[9]
Organisasi
Arif tercatat pernah menjadi penasihat Menteri Kelautan dan Perikanan sejak tahun 2012 hingga 2019. Dalam lingkungan Kementerian KKP, ia juga pernah menjadi Tim Ahli Menteri Kelautan dan Perikanan (2001–2002). Ia juga menjadi anggota dalam beberapa organisasi kelutan dan perikanan, antara lain sebagai Anggota Dewan Pengawas Perum Perikanan Indonesia (2013–2017), Anggota Dewan Kelautan Indonesia (2013–2017), dan Anggota Komisi Tuna Indonesia (2012–2014), Anggota Komisi Nasional Pengkajian Sumberdaya Ikan (2008–2011). Sejumlah organisasi profesi internasional juga pernah diikuti beliau seperti American Fisheries Society, International Institute of Fisheries Economics and Trade (IIFET), International Association of the Commons, Japan Regional Fisheries Society, Japan International Fisheries Research Society.[butuh rujukan]
Selama menjalani pendidikan program doktoral di Jepang, ia menjadi Ketua PPI Kagoshima Jepang pada tahun 2004 dan menjadi Ketua Dewan Redaksi Majalah Inovasi PPI Jepang tahun 2004 hingga 2005.
Ia juga tercatat sebagai Wakil Ketua Umum Ikatan Ilmuwan Indonesia Internasional (2009–2011), Ketua Umum Badan Pengurus Pusat Perhimpunan Sarjana Pertanian Indonesia (PISPI) periode 2010–2015 dan Ketua Dewan Pakar PISPI periode 2015–2020. Semasa SMA Arif aktif di Pelajar Islam Indonesia (PII) kemudian berkiprah juga menjadi Presidium Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam Bogor dan Ketua Umum Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Orwilsus Bogor. Ia juga menjabat sebagai Chairman University Network for Indonesian Export Development (UNIED) (2018–2019).
Pada tahun 2020, Arif terpilih sebagai Ketua Forum Rektor Indonesia (2020), melanjutkan kepemimpinan dari Rektor Universitas Diponegoro, Yos Johan Utama.[10]
Referensi
- ^ "Prabowo Resmi Lantik Arif Satria Jadi Kepala BRIN Gantikan Tri Handoko". CNN Indonesia. 10 November 2025. Diakses tanggal 10 November 2025.
- ^ "Dr Arif Satria Terpilih Jadi Rektor IPB Periode 2017-2022". 15 November 2017. Diarsipkan dari asli tanggal 2020-11-27. Diakses tanggal 2020-12-15.
- ^ Ernis, Devy (2022-11-09). "Arif Satria Kembali Menjadi Rektor IPB". Tempo (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2023-01-04.
- ^ "Arif Satria Terpilih Menjadi Rektor IPB 2023-2028 Secara Aklamasi". Republika Online. 2022-11-09. Diakses tanggal 2023-01-04.
- ^ Prima, Erwin (25 Oktober 2019). "Rektor IPB Arif Satria Diangkat Menjadi Guru Besar". Tempo. Diakses tanggal 16 Desember 2020.
- ^ "Profil Rektor IPB Arif Satria, Panelis Debat Pilpres 2014, 2019, dan 2024". Tempo. 18 Januari 2024 | 11.51 WIB. Diakses tanggal 2025-11-19.
- ^ Media, PT Suar Indonesia (2021-12-07). "REKTOR IPB Prof Arif Satria Terpilih Ketua Umum ICMI, Pangeran Khairul Saleh Minta Ekonomi Syariah Ditingkatkan". Suar Indonesia. Diakses tanggal 2025-11-19.
- ^ Irwandi. "Anugerah Kekayaan Intelektual Luar Biasa (AKIL) 2009". LIPI. Diakses tanggal 16 Desember 2020.
- ^ "Rektor IPB Arif Satria Diangkat Menjadi Guru Besar". Tempo. 25 Oktober 2019 | 09.35 WIB. Diakses tanggal 2025-11-19.
- ^ Intan Yunelia (28 April 2019). "Arif Satria Jadi Ketua Forum Rektor Indonesia 2020-2021". medcom.id. Diakses tanggal 16 Desember 2020.
Pranala luar
Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.






