Ardharaja
Artikel ini memiliki beberapa masalah. Tolong bantu memperbaikinya atau diskusikan masalah-masalah ini di halaman pembicaraannya. (Pelajari bagaimana dan kapan saat yang tepat untuk menghapus templat pesan ini)
|
| Ardharaja | |
|---|---|
| Śrī Arddharāja | |
| - | |
| Berkuasa | - |
| Penerus | Tidak ada |
| Kelahiran | Arddharaja Daha |
| Kematian | ca. 1293 Hujung Galuh |
| Pasangan | Putri dari Kertanagara |
| Wangsa | Isyana |
| Ayah | Jayakatwang |
| Ibu | Nararyya Turukbali |
Sri Ardharaja atau disebut Ardaraja adalah panglima perang Singasari, anak kandung dari Jayakatwang dan sekaligus merupakan menantu raja Kertanegara penguasa terakhir kerajaan Tumapel, juga saudara ipar dari Raden Wijaya pendiri dari Majapahit.
Garis keturunan pangeran Ardaraja dapat ditelusuri dalam kitab Negarakertagama disebutkan raja terakhir Panjalu atau Kediri, Kertajaya berputra Jayashaba yang berputra Sastrajaya dan memiliki putra yang bernama Jayakatwang. Dari prasasti Kudadu (1294 M) diketahui Jayakatwang memiliki putra yang bernama Ardharaja.
Sedangkan di dalam catatan sejarah Ardharaja dikisahkan membelot ketika ditugaskan oleh prabu Kertanegara untuk menumpas pemberontakan ayahnya sendiri. Ia lebih memilih untuk bergabung dengan ayahnya Jayakatwang dan membantu menyerang dan meruntuhkan kerajaan Singhasari, yang mengakibatkan kejatuhan dari kerajaan tersebut.[1][2]
Referensi
Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.


