Andreas, Pangeran Sachsen-Coburg dan Gotha
| Andreas Prinz von Sachsen-Coburg und Gotha Herzog von Sachsen | |
|---|---|
Andreas saat pernikahan Putri Madeleine dari Swedia, 8 Juni 2013 | |
| Kepala Wangsa Sachsen-Coburg dan Gotha | |
| Menjabat | 23 Januari 1998 – 3 April 2025 |
| Pendahulu | Friedrich Josias |
| Penerus | Hubertus |
| Kelahiran | 21 Maret 1943 Schloss Casel, Kasel-Golzig, Gau Mark Brandenburg, Provinsi Brandenburg, Negara Bebas Prusia, Jerman Nazi |
| Kematian | 3 April 2025 (umur 82) Coburg, Bayern, Jerman |
| Pasangan | Carin Dabelstein
(m. 1971; meninggal 2023) |
| Keturunan | 3, termasuk Hubertus |
| Wangsa | Sachsen-Coburg dan Gotha |
| Ayah | Friedrich Josias, Pangeran Sachsen‑Coburg dan Gotha |
| Ibu | Countess Viktoria-Luise dari Solms-Baruth |
| Tanda tangan | |
Andreas, Pangeran Sachsen-Coburg dan Gotha, Adipati Sachsen (terlahir dengan nama: Andreas Michael Friedrich Hans Armin Siegfried Hubertus; 21 Maret 1943 – 3 April 2025) adalah kepala wangsa Sachsen-Coburg dan Gotha dari 1998 hingga kematiannya pada 2025. Ia adalah cucu dari Charles Edward, Adipati Sachsen-Coburg dan Gotha, adipati terakhir Sachsen-Coburg dan Gotha.
Kehidupan awal
Pangeran Andreas lahir di Schloss Casel Lusatia Hilir. Ia adalah putra dari pasangan Friedrich Josias, Pangeran Sachsen-Coburg-Gotha dan Countess Viktoria-Luise dari Solms-Baruth. Pernikahan kedua orangtuanya ini menemui perceraian pada tahun 1946. Pada tahun 1949 ia pindah ke New Orleans di Amerika Serikat, dimana disana ia melewatkan masa kecilnya bersama sang ibu dan ayah tirinya, Richard Whitten.
Pangeran Andreas menjadi calon pewaris takhta kepemimpinan wangsa pada 6 Maret 1954, saat ayahnya menjadi kepala wangsa. Saat umurnya 16 tahun, ia sering melakukan kunjungan rutin ke Jerman. Hal ini bertujuan untuk persiapannya menjadi kepala wangsa. Ia kemudian kembali menetap di Jerman pada tahun 1965. Ia pernah menjalani dinas militer dalam Armoured Reconnaissance Battalion 6 yang berbasis di Eutin, Schleswig-Holstein pada periode 1966 hingga 1968. Setelah lepas dari dinas militer ia menjadi pengusaha perkayuan di Hamburg pada tahun 1969 hingga 1971.
Menjadi kepala wangsa
Pangeran Andreas menjadi kepala wangsa saat kematian ayahnya pada 23 Januari 1998. Meskipun Pangeran Andreas adalah keturunan laki-laki paling tua dari Pangeran Albert, ia tidak mewarisi gelar Adipati Albany. Sebaliknya, putra Pangeran Andreas, Pangeran Hubertus dapat mewarisi gelar Adipati Albany dari kakek dari pihak ibu Johann Leopold, Keturunan Pangeran Sachsen-Coburg-Gotha.[1] Johann Leopold adalah putra sulung mantan Adipati Albany, tetapi karena pernikahannya ia memiliki hak kekuasaan di Sachsen-Coburg dan Gotha.
Pada tahun 2006 Pangeran Andreas mendirikan Orde Kadipaten Sachsen-Ernestine. Pangeran Andreas memiliki dua kewarganegaraan yakni Jerman dan Inggris. Selain itu ia adalah sepupu Raja Carl XVI Gustaf dari Swedia. Karena hal itu Pangeran Andreas menjadi ayah baptis dari Putri Madeleine, Adipati Hälsingland dan Gästrikland.
Pernikahan
Di Hamburg pada 31 Juli 1971, Andreas menikahi Carin Dabelstein, putri dari Adolf Wilhelm Martin Dabelstein, Fabrikant, Kaufmann, dan istrinya Irma Maria Margarete Callsen.[2] Pernikahan ini meskipun tidak sebanding, tetap diakui oleh Pangeran Freiderich Josias, ayah Pangera Andreas. Mereka memiliki tiga keturunan yang mewarisi gelar kebangsawanan:
- Putri Stephanie Sibylla dari Sachsen-Coburg and Gotha.
- Hubertus Michael, Pangeran Sachsen-Coburg dan Gotha.
- Pangeran Alexander Philip dari Sachsen-Coburg dan Gotha.
Leluhur
Referensi
- ^ HGSachsen-CG di heraldica.org
- ^ (Jerman) Genealogisches Handbuch des Adels
Pranala luar
- (Jerman) House of Sachsen-Coburg and Gotha
Andreas, Pangeran Sachsen-Coburg dan Gotha Cabang kadet Wangsa Wettin Lahir: 21 Maret 1943 Meninggal: 3 April 2025
| ||
| Hanya gelar saja | ||
|---|---|---|
| Didahului oleh: Friedrich Josias |
— TITULER — Adipati Sachsen-Coburg dan Gotha 23 Januari 1998 – 3 April 2025 Alasan kegagalan suksesi: Kadipaten dihapuskan pada1918 |
Diteruskan oleh: Hubertus |
Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.


