Anchor (futsal)
Artikel ini memiliki beberapa masalah. Tolong bantu memperbaikinya atau diskusikan masalah-masalah ini di halaman pembicaraannya. (Pelajari bagaimana dan kapan saat yang tepat untuk menghapus templat pesan ini)
|
Diagram lapangan futsal (anchor umumnya berada di sektor tengah-belakang) | |
| Kategori | Posisi pemain |
|---|---|
Anchor (A) atau Anchor (posisi futsal) adalah posisi pemain bertahan utama dalam futsal yang berperan sebagai penyeimbang tim, pemutus serangan lawan, sekaligus pengatur tempo permainan dari lini belakang. Dalam literatur internasional, posisi ini sering disebut fixo (Bahasa Portugis/Spanyol).[1]
Latar belakang
Futsal dimainkan oleh dua tim yang masing-masing terdiri dari lima pemain di lapangan, termasuk satu penjaga gawang. Empat posisi utama dalam futsal modern umumnya terdiri dari:
- Penjaga gawang (GK)
- Anchor (A)
- Flank (F)
- Pivot (P)
Ruang yang sempit, tempo tinggi, dan transisi cepat membuat peran anchor (A) sangat krusial sebagai pemain pertama yang memutus serangan sekaligus memulai pembangunan serangan tim.[1][2]
Definisi
Anchor (A) adalah pemain futsal yang bertugas sebagai jangkar pertahanan tim, menjaga area sentral di depan penjaga gawang, memutus serangan lawan, serta menjadi titik awal transisi menyerang melalui distribusi umpan yang akurat.[1]
Kode posisi dalam futsal
| Posisi | Kode | Peran utama |
|---|---|---|
| Penjaga gawang | GK | Menjaga gawang dan memulai serangan |
| Anchor | A | Bertahan dan mengatur tempo dari belakang |
| Flank | F | Menghubungkan pertahanan–serangan dari sisi |
| Pivot | P | Finishing dan menahan bola di depan |
Peran dan tanggung jawab
Pemutus serangan (first defender)
Anchor (A) biasanya menjadi pemain pertama yang menekan lawan saat kehilangan bola, menutup jalur umpan, dan memblok tembakan.[1]
Pengatur tempo
Anchor (A) mengendalikan ritme permainan, memperlambat atau mempercepat serangan sesuai kebutuhan tim.[2]
Distributor bola
Anchor (A) bertugas memulai serangan dari belakang dengan umpan pendek, diagonal, atau terobosan ke flank (F) dan pivot (P).[2]
Perlindungan area sentral
Anchor (A) menjaga zona di depan gawang agar tidak mudah ditembus lawan.
Koordinator pertahanan
Anchor (A) sering berperan sebagai “komandan” pertahanan, mengatur posisi flank (F) saat bertahan.
Hubungan dengan PSSI dan futsal di Indonesia
Menurut Ketua Umum Federasi Futsal Indonesia (FFI), Michael Victor Sianipar, futsal merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI). Hal ini menempatkan pengembangan taktik, pembinaan pemain, serta struktur posisi—termasuk peran Anchor (A)—dalam kerangka ekosistem resmi futsal nasional Indonesia.[3]
Formasi dengan posisi Anchor (A)
Diagram formasi berbasis skema umum futsal Indonesia
Diagram berikut menggambarkan formasi 3–1 yang lazim digunakan dalam pelatihan futsal di Indonesia, dengan Anchor (A) sebagai jangkar pertahanan dan titik awal distribusi serangan.[1]

Formasi 2–2

Formasi 4–0

Pemain anchor terkenal
Internasional
- Fernandão (Brasil)
- Dyego Zuffo (Brasil)
- Carlos Ortiz (Spanyol)
Asia
- Kazuhiro Koike (Jepang)
- Chudech Thongmak (Thailand)
Indonesia
- Ardiansyah Runtuboy
- Syaifullah
- Fachri Ardiansyah
- Catatan: peran pemain dapat berubah sesuai taktik pelatih dan formasi tim.
Perbandingan dengan posisi lain
| Posisi | Kode | Fokus utama | Peran khas |
|---|---|---|---|
| Anchor | A | Bertahan & pengatur tempo | Memutus serangan dan memulai build-up |
| Flank | F | Transisi sisi | Menghubungkan pertahanan dan serangan |
| Pivot | P | Penyelesaian akhir | Mencetak gol |
Lihat pula
Referensi
Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.


