Analisis kesalahan berbahasa

Analisis kesalahan berbahasa (bahasa Inggris: error analysis in linguistics) adalah sebuah kajian dalam linguistik yang memandang kesalahan, menurut Jack C. Richards dkk. (2002), sebagai penggunaan kata, tindak tutur, atau unsur tata bahasa (gramatikal) dengan cara yang tampak tidak sempurna dan menunjukkan adanya proses pembelajaran yang belum tuntas (hlm. 184). John Norrish (1983, hlm. 7) memandangnya sebagai penyimpangan sistematis yang terjadi ketika seorang pembelajar belum mempelajari sesuatu dan secara konsisten melakukannya secara keliru. Namun demikian, upaya untuk menempatkan kesalahan dalam konteksnya selalu berjalan beriringan dengan proses pembelajaran bahasa dan pemerolehan bahasa kedua. Hendrickson (1987:357) menyebutkan bahwa kesalahan merupakan "sinyal" yang menunjukkan adanya proses pembelajaran yang sedang berlangsung serta bahwa pembelajar belum menguasai atau belum menunjukkan kompetensi linguistik yang terstruktur dengan baik dalam bahasa sasaran.

Seluruh definisi tersebut menekankan baik pada penyimpangan sistematis yang dipicu dalam proses pembelajaran bahasa maupun pada indikasinya terhadap kondisi aktual pembelajar bahasa itu sendiri. Hal ini pada akhirnya membantu proses pemantauan, baik oleh linguis terapan maupun terutama oleh guru bahasa, untuk memecahkan masalah, sejalan dengan salah satu pendekatan yang dikemukakan dalam Analisis Kesalahan (Anefnaf 2017). Kemunculan kesalahan tidak hanya menunjukkan bahwa pembelajar belum mempelajari sesuatu, tetapi juga memberikan gambaran kepada linguis mengenai apakah metode pengajaran yang diterapkan efektif atau perlu diubah.

Menurut Pit Corder (1976), kesalahan menandakan tiga hal. Pertama, bagi guru, kesalahan memberi tahu—apabila dilakukan analisis yang sistematis—sejauh mana pembelajar telah mencapai tujuan pembelajaran dan, akibatnya, apa yang masih perlu dipelajari. Kedua, bagi peneliti, kesalahan menyediakan bukti tentang bagaimana bahasa dipelajari atau diperoleh, serta strategi atau prosedur apa yang digunakan pembelajar dalam proses penemuan bahasa. Ketiga—dan dalam arti tertentu merupakan aspek terpenting—kesalahan sangat diperlukan bagi pembelajar itu sendiri, karena pembuatan kesalahan dapat dipandang sebagai sarana yang digunakan pembelajar untuk belajar (hlm. 167). Dengan demikian, terjadinya kesalahan hanyalah tanda dari "ketidakmemadaian metode pengajaran kita saat ini" (Corder 1976, hlm. 163).

Terdapat dua aliran pemikiran terkait analisis kesalahan dan filosofinya. Aliran pertama, menurut Corder (1967), mengaitkan terjadinya kesalahan dengan metode pengajaran, dengan berargumen bahwa jika metode pengajaran memadai, kesalahan tidak akan terjadi. Aliran kedua berpendapat bahwa kita hidup dalam dunia yang tidak sempurna dan bahwa koreksi kesalahan merupakan sesuatu yang nyata; oleh karena itu, linguis terapan tidak dapat mengabaikannya apa pun pendekatan pengajaran yang digunakan.

Bibliografi

  • Anefnaf. Z (2017) English Learning: Linguistic flaws, Sais Faculty of Arts and Humanities, USMBA, Retrieved from https://www.academia.edu/33999467/English_Learning_in_Morocco_Linguistic_Flaws
  • Chomsky, N. (1965). Aspects of the theory of syntax. Cambridge, MA: MIT Press. P. 4
  • Corder, S.P. (1967), "The significance of learner errors", International Review of Applied Linguistics, 5
  • Dulay, H., Burt, M., & Krashen, S.D. (1982). Language two. New York: Oxford University Press. p. 150
  • Edje, J (1989). Mistakes and Correction. London: Longman. P. 26
  • Fang, X. & Xue-mei, J. (2007). Error analysis and the EFL classroom teaching: US-China education review, 4(9), pp. 10–14.
  • Hashim, A. (1999). Crosslinguistic influence in the written English of Malay undergraduates: Journal of Modern Languages, 12, (1), pp. 59–76.
  • Hendrickson, J.M. (1987). Error correction in foreign language teaching: Recent theory, research, and practice. In M.H. Long & J.C. Richards (Eds.), Methodology in TESOL: A book of readings. Boston: Heinle & Heinle. p. 357
  • Matanggui, J.H. (2013), Analisis Kesalahan Berbahasa Indonesia
  • Norrish, J. (1983). Language learners and their errors. London: Macmillan Press. P. 7
  • Richards, J. C. & Schmidt, R. (2002). Dictionary of language teaching and applied linguistics (3rd Ed.). London: Longman.
  • Richards J. C., & Rodgers T. S.(2001). Approaches and Methods in Language Teaching. (2nd edition), Cambridge University Press: Cambridge, UK. P. 153
  • Setyawati, N. (2010), Analisis Kesalahan Berbahasa Indonesia: Teori dan Praktik

Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.

×
Advertisement