Amuk Hantarukung

Situs Amuk Hantarukung di Kecamatan Simpur, Kabupaten Hulu Sungai Selatan.

Amuk Hantarukung adalah peristiwa perlawanan rakyat Banjar terhadap pemerintah kolonial Belanda yang terjadi pada 18-19 September 1899 di Kampung Hantarukung, kini merupakan wilayah Kecamatan Simpur di Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Provinsi Kalimantan Selatan. Pemicu utama peristiwa ini adalah penolakan keras masyarakat terhadap kerja rodi yang dipaksakan pemerintah kolonial, khususnya untuk proyek penggalian kanal yang disebut sungai garis. Perlawanan ini dipimpin oleh tiga tokoh kunci, yakni Panglima Bukhari, seorang ajudan Sultan Muhammad Seman, bersama adiknya Santar dan Pangerak Yuya.[1]

Referensi

  1. ^ "Sejarah Amuk Hantarukung Kandangan, Ketika Para Pejuang Rakyat Gugur Tertembus Peluru". Radar Banjarmasin. 17 Desember 2025. Diakses tanggal 15 Februari 2026.

Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.

×
Advertisement