Amir Husin Almujahid
Amir Husin Almujahid adalah seorang pejuang kemerdekaan Indonesia yang berasal dari Aceh. Ia dikenal sebagai seorang tokoh militer yang pemberani dan kontroversial.
Kelahiran
Amir Husin Almujahid lahir sekitar tahun 1900 di Blang Siguci ,Idi Rayeuk, Aceh Timur sekarang. Ia merupakan putra dari pasangan Amir Suleiman dan Cut Manyak. Ketika lahir ia diberi nama Amir Husin, sedangkan Almujahid ditambahkan oleh Ali Hasymi setelah mendengar aktivitas politiknya ketika ia sedang belajar di Sumatera Barat.[1]
Ia pernah menempuh pendidikan Madrasah Maslurah Tanjung Pura.[2]
Persatuan Ulama Seluruh Aceh (PUSA)
Peranan politiknya dimulai pada tahun 1939 ketika ia diangkat menjadi ketua Pemuda PUSA.[2]
Perang Cumbok
Perang Cumbok atau Revolusi Sosial adalah salah satu peristiwa penting di dalam hidup Amir Husin. Pada peristiwa ini ia dituduh melakukan pembersihan kepada para Uleebalang di Aceh.[2]
Gerakan pembersihan yang dituduhkan itu dimulai dari daerah Idi, Aceh Timur dengan anggota hanya sekitar 300 orang. Setelah Perang Cumbok selesai, Amir Husin memimpin pasukannya, yang diberi nama Tentara Perjuangan Rakyat (TPR), ke Banda Aceh dan Sabang dengan tujuan mengusir penjajah Jepang yang ada di Sabang. Ketika ia tiba di daerah Seulimum, pasukannya membesar hingga 1000 orang karena mendapatkan simpati dari warga. Akibat tekanan dari TPR, Teuku Nyak Arif kemudian mundur dari jabatannya sebagai Residen Aceh dan kemudian diasingkan di Takengon.[3]
DI/TII Aceh
Ketika Daud Beureueh mendirikan Negara Islam Indonesia di Aceh. Amir Husin sempat diangkat menjadi ketua Dewan Syura. Namun belakangan, ia bersama dengan Ayah Gani dan Hasan Saleh menarik dukungannya dan mendirikan Dewan Revolusi untuk merintis jalan damai dengan pemerintah Indonesia.[2]
Pandangan Lawan dan Kawan
Pandangan Lawan
AK Jacobi, salah seorang pejuang kemerdekaan di Aceh menulis di dalam bukunya "Aceh Daerah Modal, Long March ke Medan Area", terbitan Yayasan Seulawah RI-001, tahun 1992 bahwa Amir Husin adalah seorang yang ugal-ugalan dan ambisius.[3]
Pandangan Kawan
Ali Hasymi pada tahun 1997 pernah memberikan testimoni bahwa Amir Husin diibaratkan seperti lilin yang rela dirinya habis untuk menerangi orang lain.[1]
Hasan Saleh di tahun 1992 dalam biografinya memberikan satu bab dengan penuh penghormatan kepada Amir Husein Mujahid.[1]
Meninggal
Amir Husin meninggal di Medan pada 10 Mei 1982 dan dikuburkan di Desa Alue Jangat,Kecamatan Darul Ihsan, Aceh Timur.[4]
Referensi
- ^ a b c aceHTrend.com (2015-10-27). "Membaca Ulang Amir Husein Al-Mujahid". aceHTrend.com. Diakses tanggal 2025-07-23.
- ^ a b c d Suluah.com (2022-02-17). "Teungku Amir Husin Al-Mujahid, Pejuang Kemerdekaan Asal Aceh yang Kontroversial". Suluah.com. Diakses tanggal 2025-07-23.
- ^ a b Norman, Iskandar (2021-02-25). "Aceh Hari Ini: Gerakan Amir Husein Almujahid Lucuti Kekuasaan Uleebalang". Portalsatu.com. Diakses tanggal 2025-07-23.
- ^ "Camat Darul Ihsan Mukhlis,SH.M.M, Ziarah Makam Keluarga Pahlawan Revolusioner Kemerdekaan RI di Aceh– Sumatera Utara, Mayor Jenderal Teungku Amir Husin Al-Mujahid & Tokoh Masyarakat Aceh Timur Brigadir Jenderal POLRI Teungku H.Hasballah Hanafiah". 2025-03-06. Diakses tanggal 2025-07-23.
Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.


