Aloysius Sugianto Adikusumo

Aloysius Sugianto Adikusumo
Informasi pribadi
Lahir(1928-08-05)5 Agustus 1928
Yogyakarta
Meninggal23 Februari 2021(2021-02-23) (umur 92)
Depok, Jawa Barat
Karier militer
PihakIndonesia
Dinas/cabang TNI Angkatan Darat
Masa dinas1945 -
Pangkat Kolonel
SatuanInfanteri (RPKAD)
Sunting kotak info
Sunting kotak info • L • B
Bantuan penggunaan templat ini

Kolonel Inf. Aloysius Sugianto Adikusumo (25 Juni 1928 – 23 Februari 2021) adalah seorang tentara dan pejuang asal Indonesia kelahiran Yogyakarta.[1] Pada masa muda, ia sudah terlibat dalam Revolusi Nasional Indonesia dari 1945 sampai 1949. Ia dekat dengan Slamet Riyadi yang gugur di Maluku ketika penumpasan Republik Maluku Selatan (RMS). Setelah Slamet Riyadi terbunuh, Sugianto tetap berkarier di militer. Ia termasuk perwira generasi awal dari pasukan khusus Resimen Para Komando Angkatan Darat (RPKAD)—yang kemudian menjadi Komando Pasukan Khusus (Kopassus).

Namun, setelah Peristiwa Kranji, Sugianto ditempatkan di Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Kostrad). Sewaktu G30S meletus pada 1965, ia berpangkat kapten dan menjadi staf dari Asisten Intel Kostrad, Kolonel Yoga Sugama, bersama Letnan Kolonel Ali Moertopo.

Kala Ali Moertopo menjadi Deputi II Bakin dan memimpin Operasi Khusus (Opsus), Sugianto menjadi Direktur Masalah Budaya dan berpangkat kolonel pada pertengahan 1974. Ia juga menjadi pengelola majalah hiburan Pop. Setelah Ali Moertopo dikunjungi perwakilan kelompok Apodeti dari Timor Portugal, Sugianto dapat tugas.

Bermodal visa dari Konsulat Portugal di Jakarta, Sugianto terbang ke Dili. Sugianto tak mengaku sebagai kolonel Opsus, melainkan sebagai direktur perusahaan dagang fiktif. Berkali-kali Sugianto keluar-masuk Timor Portugal, mengumpulkan data intelijen soal kelompok-kelompok politik pendukung kolonialisasi Portugal dan pro-kemerdekaan.[2]

Penghargaan

Ia memperoleh Bintang Gerilya, Bintang Sewindu Angkatan Perang Republik Indonesia, Ia juga mendapatkan penghargaan atas keikutsertaan dalam perang kemerdekaan I dan II, mengikuti gerakan operasi militer I, III, dan V, serta memperoleh Gelar Kehormatan Veteran Perjuangan Kemerdekaan Republik Indonesia.[1]

Meninggal Dunia

Kolonel (Purn.) TNI Aloysius Sugianto meninggal dunia, Mantan Ajudan Brigjen (Anumerta) TNI Ignatius Slamet Riyadi itu meninggal dunia di Rumah Sakit Bakti Yudha Depok, Jawa Barat, Selasa (23 Februari 2021), pukul 13.45 WIB. Sugianto meninggal dunia karena sakit. Ia wafat di usia 93 tahun dan meninggalkan seorang istri dan satu putranya. Selanjutnya jenazah almarhum dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Nasional (TMPN) Kalibata, Jakarta Selatan, Rabu pukul 13.00 WIB siang.

Referensi

  1. ^ a b "Aloysius Sugianto, Ajudan Ign Slamet Riyadi Berpulang di Usia 93 Tahun". Tribunnews.com.
  2. ^ "Operasi Komodo: Pendahuluan Sebelum Invasi Indonesia ke Timor Timur". Tirto.id.

Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.

×
Advertisement