Alka besar
| Alka besar | |
|---|---|
| Ilustrasi auk besar karya GE Lodge | |
| Klasifikasi ilmiah | |
| Kerajaan: | |
| Kelas: | |
| Ordo: | |
| Famili: | |
| Genus: | Pinguinus Bonnaterre, 1791
|
| Nama binomial | |
| Pinguinus impennis | |
Alka besar (Pinguinus impennis), juga dikenal dengan sebutan penguin, adalah salah satu spesies burung besar yang tidak bisa terbang yang kini sudah punah. Mereka diburu untuk diambil daging dan bulunya. Burung ini pertama kali muncul sekitar 400.000 tahun yang lalu dan pada akhirnya mengalami kepunahan di pertengahan abad ke-19; pasangan burung alka besar terakhir mati dicekik oleh dua pelaut Islandia di pulau Eldey pada tahun 1844, sementara telur terakhirnya secara tidak sengaja terinjak oleh salah satu pelaut tersebut.[1]
Nama penguin berasal dari burung alka besar, karena kata "penguin" adalah kata dalam bahasa Kelt yang berarti "alka besar"[2] Penguin sendiri baru ditemukan belakangan dan para pelaut yang menemukannya merasa bahwa burung tersebut mirip dengan alka besar.
Burung ini memiliki punggung yang berwarna hitam dan bagian perut dan dada yang berwarna putih.[2] Sayapnya sangat pendek, sehingga burung ini tidak bisa terbang. Saat berdiri di daratan, tinggi burung ini tercatat mempunyai tinggi sekitar 75 cm.[2] Mereka menghabiskan sebagian besar waktu mereka di laut. Mereka baru datang ke kawasan pesisir pada musim panas untuk berkembangbiak. Mereka hidup di dalam koloni yang besar di pulau-pulau berbatu di Samudra Atlantik utara dari Kanada hingga Norwegia.[2] Pada musim dingin mereka dapat menjangkau kawasan Florida dan Spanyol selatan.[2]
Referensi
- ^ "The great auk: the extinction of the original penguin - Google Books". books.google.com.au. Diakses tanggal 4 October 2010.
- ^ a b c d e "Recently extinct animals - Species Info - Great Auk". petermaas.nl. Diarsipkan dari asli tanggal 2018-08-15. Diakses tanggal 4 October 2010.
Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.


