Ali Beg (Aq Qoyunlu)
| Mirza Ali Beg | |||||
|---|---|---|---|---|---|
| Mirza Beg | |||||
| Sultan Aq Qoyunlu | |||||
| Berkuasa | 1435–1438 | ||||
| Pendahulu | Osman Beg | ||||
| Penerus | Sultan Hamzah | ||||
| Kematian | 1444 | ||||
| Istri | Sara Khatun | ||||
| Keturunan |
| ||||
| |||||
| Dinasti | Aq Qoyunlu | ||||
| Ayah | Osman Beg | ||||
| Ibu | Anak perempuan dari Alexios III dari Trebizond | ||||
| Agama | Islam Sunni | ||||
Jalaluddin Ali bin Kara Yuluk Osman (bahasa Persia: جلال الدین علی بن قره یولوق عثمان), atau Mirza Ali Beg (bahasa Azerbaijan: میرزا علی بیگ) adalah bey keenam dari federasi suku Turkoman [1] Aq Qoyunlu dari tahun 1435 hingga 1438.
Kehidupan
Jalaluddin Ali bin Kara Yuluk Osman lahir dari suku Bayandur di konfederasi Aq Qoyunlu. Ia adalah putra ketiga dari Osman Beg (1350–1435), pemimpin Aq Qoyunlu. Ia menikah dengan sepupunya, Sara Khatun.[2][3] Mereka memiliki tujuh putra dan satu putri, termasuk Uzun Hasan dan Jahangir Mirza, serta Khadija Begum, yang kemudian menikah dengan Syaikh Junayd dari dinasti Safawiyah.[4]
Pada tahun 1435, setelah kematian ayahnya dalam Pertempuran Erzurum, Ali menjadi penguasa baru Aq Qoyunlu, karena kedua kakak laki-lakinya telah meninggal pada saat itu. Putra mahkota Timuriyah, Muhammad Juki telah mengakui Ali Beg sebagai penguasa Âmid (sekarang Diyarbakır) dan sebagai bey dari Aq Qoyunlu.[5] Namun, Ali menghadapi tentangan dari saudara-saudaranya, paman-pamannya, dan sepupu-sepupunya.[6] Sepupunya Kilij Arslan Bayandur, yang memerintah Palu di wilayah Elazığ modern, ingin mengambil alih beylik dengan bantuan Qara Iskander dari Kara Koyunlu, tetapi ia tidak berhasil.
Di sisi lain, ketika saudaranya, Sultan Hamzah, yang mengendalikan Mardin dan didukung oleh saudara-saudaranya yang lain, Mehmet, Mahmut, dan ibunya, Seljuk Hatun, merebut Âmid,[5] Hamzah lalu diakui sebagai "bey besar" oleh beberapa pangeran Aq Qoyunlu.
Ali Beg, yang sekarang terusir dari ibu kota, menemui saudaranya Yakub, yang merupakan penguasa Erzincan dan Karahisar. Putra-putra Ali, Husein, Jahangir dan Uzun Hasan juga bergabung dengan barisan ayah mereka. Namun, karena tidak ada yang dapat dilakukan terhadap Hamzah, Ali harus berlindung pada Sultan Utsmaniyah, Murad II. Murad II memberinya İskilip sebagai dirlik, tetapi dia tidak tinggal lama di sana dan pergi ke tempat putra-putranya di Erzincan.[4] Ali turun takhta dan mengasingkan diri secara sukarela ke Aleppo pada bulan Januari 1439, dan tinggal di sana sampai kematiannya.[7] Hamza saat itu merupakan pemimpin Aq Qoyunlu yang paling berkuasa, tetapi ia meninggal pada tahun 1444. Perebutan kepemimpinan kembali terjadi antara Syaikh Hasan dan Jahangir.[6]
Keluarga
Dari Sara Khatun dia memiliki tujuh putra dan seorang putri:
- Jahangir Mirza Beg
- Uzun Hasan Mirza Beg
- Hussein Beg
- Jahanshah Beg
- Iskander Beg
- Ibrahim Beg
- Uveysh Beg
- Khadija Beyim Khatun. Dia menikah dengan Syeikh Junaid dari dinasti Safavid antara tahun 1456 dan 1459. Putra mereka, Haidar Safawi, menikah dengan sepupunya, Alamshah Halima Khatun, putri Uzun Hassan dan Teodora Despina Khatun, dan merupakan ayah dari Ismail I dan kakek dari Tahmasp I.
Referensi
- ^ Roy 2014, hlm. 38.
- ^ Babinger 1992, hlm. 192.
- ^ Woods 1999, hlm. 34.
- ^ a b Sümer 1989, hlm. 272.
- ^ a b Erdem 2005, hlm. 4.
- ^ a b Woods 1999, hlm. 91.
- ^ Erdem 2005, hlm. 10.
Sumber
- Roy, Kaushik (2014). Military Transition in Early Modern Asia, 1400-1750 (dalam bahasa Inggris). Bloomsbury. hlm. 288. ISBN 978-1-78093-765-6.
- Babinger, Franz (1992). Braddock Hickman, Walter (ed.). Mehmed the Conqueror and His Time (dalam bahasa Inggris) (Edisi 2nd). Princeton University Press. ISBN 978-0-691-01078-6.
- Woods, John E. (1999). The Aqquyunlu: Clan, Confederation, Empire (dalam bahasa Inggris). New York. Pemeliharaan CS1: Lokasi tanpa penerbit (link)
- Erdem, Ilhan (2005). "The Aq-qoyunlu State from the Death of Osman Beg to Uzun Hasan Beg (1435–1456)". Khazar Journal of Humanities and Social Sciences (dalam bahasa Inggris). 8 (3). Khazar University Press.
- Sümer, Faruk (1989). "Akkoyunlular". İslâm Ansiklopedisi (dalam bahasa Turki). Turkiye Diyanet Foundation.
Bacaan lanjutan
- Langaroodi, Reza Rezazadeh; Negahban, Farzin (2008). "Āq-qūyūnlū". Dalam Madelung, Wilferd; Daftary, Farhad (ed.). Encyclopaedia Islamica Online. Brill Online. ISSN 1875-9831.
- Minorsky, V. & Bosworth, C.E. (1965). "Uzun Ḥasan". Dalam Lewis, B.; Pellat, Ch. & Schacht, J. (ed.). Encyclopaedia of Islam. Volume II: C–G (Edisi 2). Leiden: E. J. Brill. OCLC 495469475.
- Quiring-Zoche, R. (1986). "Āq Qoyunlū". Encyclopædia Iranica, online edition, Vol. II, Fasc. 2. New York. hlm. 163–168. Pemeliharaan CS1: Lokasi tanpa penerbit (link)
- Roemer, H. R. (1986). "The Turkmen dynasties". Dalam Lockhart, Laurence; Jackson, Peter (ed.). The Cambridge History of Iran, Volume 6: The Timurid and Safavid Periods. Cambridge: Cambridge University Press. ISBN 0-521-20094-6.
- Savory, R. M. (2009). "The Struggle for Supremacy in Persia after the death of Tīmūr". Der Islam. 40. De Gruyter: 35–65. doi:10.1515/islm.1964.40.1.35. S2CID 162340735.
| Didahului oleh: Osman Beg |
Penguasa Aq Qoyunlu 1435-1438 |
Diteruskan oleh: Hamzah |
Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.


