Alfred Dreyfus

Infobox orangAlfred Dreyfus

Suntingan nilai di Wikidata
Biografi
Kelahiran9 Oktober 1859 Suntingan nilai di Wikidata
Mulhouse Suntingan nilai di Wikidata
Kematian12 Juli 1935 Suntingan nilai di Wikidata (75 tahun)
Paris Suntingan nilai di Wikidata
Penyebab kematianSerangan jantung Suntingan nilai di Wikidata
Tempat pemakamanPemakaman Montparnasse Suntingan nilai di Wikidata
Data pribadi
AgamaYudaisme Suntingan nilai di Wikidata
PendidikanÉcole supérieure de guerre (en) Terjemahkan (1890–)
Lycée Chaptal (mul) Terjemahkan
École Polytechnique
Collège Sainte-Barbe (en) Terjemahkan Suntingan nilai di Wikidata
Kegiatan
Pekerjaanpersonel militer, army officer (en) Terjemahkan Suntingan nilai di Wikidata
Periode aktif1880 Suntingan nilai di Wikidata –  1919 Suntingan nilai di Wikidata
KesetiaanRepublik Ketiga Perancis Suntingan nilai di Wikidata
Cabang militerArtileri Suntingan nilai di Wikidata
Pangkat militerBrigadir Jenderal Suntingan nilai di Wikidata
KonflikPerang Dunia I Suntingan nilai di Wikidata
Keluarga
Pasangan nikahLucie Dreyfus (en) Terjemahkan Suntingan nilai di Wikidata
AnakPierre Dreyfus (en) Terjemahkan, Jeanne Lévy (mul) Terjemahkan Suntingan nilai di Wikidata
SaudaraMathieu Dreyfus (en) Terjemahkan dan Jacques Dreyfus (en) Terjemahkan Suntingan nilai di Wikidata
KerabatJérôme Salomon (great-great-grandson (en) Terjemahkan)
Henri Jacques Dreyfus (mul) Terjemahkan (keponakan laki-laki) Suntingan nilai di Wikidata
Tanda tangan

Find a Grave: 1639 Modifica els identificadors a Wikidata
Alfred Dreyfus

Alfred Dreyfus (9 Oktober 1859 – 12 Juli 1935) adalah seorang perwira Prancis dari keturunan Yahudi. Ia merupakan tokoh utama dalam Dreyfus Affair.

Dreyfus ditahan atas dakwaan mata-mata pada tanggal 15 Oktober 1894. Pada tanggal 5 Januari 1895 ia dijatuhi hukuman penjara seumur hidup di Pulau Setan, Guyana Prancis, Amerika Selatan. Di pulau yang sama kemudian penulis Prancis Henri Charrière menulis buku Papillon yang sebagian berlatar di Pulau Setan.

Berkat tulisan J'accuse...! karya penulis Émile Zola, Dreyfus mendapatkan grasi. Pada tanggal 19 September 1899, menyusul kampanye berapi-api oleh para pendukungnya, termasuk seniman dan intelektual Emile Zola, Dreyfus diampuni oleh Presiden Émile Loubet dan meninggalkan penjara. Pada tanggal 12 Juli 1906, secara resmi Dreyfus dibebaskan dari segala tuduhan oleh komisi militer. Keesokan harinya, Dreyfus ia diterima kembali ke dalam militer dengan pangkat mayor (chef d'escardon). Secara sukarela, ia menjabat kembali sebagai letnan kolonel selama Perang Dunia I dan kemudian memegang beberapa komando termasuk di kawasan Paris.

Lihat pula

Referensi

Bibliografi

  • Lettres d'un innocent (Letters from an innocent man) (1898)
  • Les lettres du capitaine Dreyfus à sa femme (Letters from capitaine Dreyfus to his wife) (1899), written at Devil's Island
  • Cinq ans de ma vie (5 years of my life) (1901), New edition 2019, Comino. ISBN 978-3-945831-19-9.
  • Souvenirs et correspondence, posthumously in 1936
  • Michael Burns, Dreyfus: a family affair 1789–1945 (1991), Harpercollins. ISBN 978-0-06-016366-2.

Pranala luar

  • Karya Alfred Dreyfus di Project Gutenberg
  • Karya oleh/tentang Alfred Dreyfus di Internet Archive (pencarian dioptimalkan untuk situs non-Beta)
  • Karya Alfred Dreyfus di LibriVox (buku suara domain umum)
  • Dreyfus Rehabilitated Diarsipkan 2013-01-19 di Wayback Machine.
  • References to Alfred Dreyfus in European newspapers of the time - The European Library
  •  "Dreyfus, Alfred" . Encyclopædia Britannica (Edisi 11). 1911.
  •  "Dreyfus, Alfred" . New International Encyclopedia. 1905.
  • Alfred Dreyfus Personal Manuscripts and Letters
  • Online platform on Musée d'art et d'histoire du judaïsme site
  • Kliping surat kabar tentang Alfred Dreyfus di Arsip Pers Abad ke-20 dari Perpustakaan Ekonomi Nasional Jerman (ZBW)
  • Actors and scenes in the drama of disgrace, A booklet with nearly one hundred photographs and documents from the arrest and trial of Dreyfus, from the National Library of Israel


Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.

×
Advertisement