Aleksandria Arakosia
Ἀλεξάνδρεια Ἀραχωσίας | |
Kota-kota yang didirikan oleh Aleksander Agung; Aleksandria Arakosia dilabeli sebagai Alexandria in Arachosia. | |
Lokasi Aleksandria Arakosia | |
| Lokasi | Afganistan |
|---|---|
| Wilayah | Provinsi Kandahar |
| Koordinat | 31°36′08″N 65°39′32″E / 31.60222°N 65.65889°E |
| Jenis | Pemukiman |
| Bagian dari | Kota-kota yang didirikan oleh Aleksander Agung |
| Sejarah | |
| Didirikan | 330–329 SM |
Alexandria di Arakosia (bahasa Yunani: Ἀλεξάνδρεια Ἀραχωσίας), juga dikenal sebagai Alexandropolis (Ἀλεξανδρόπολις),[1] adalah kota kuno yang saat ini berada di Kandahar, Afganistan. Kota ini merupakan salah satu dari dua puluh kota yang didirikan atau diganti namanya oleh Aleksander Agung. Kota ini didirikan pada tahun 330 SM, di atas dasar benteng yang dahulu milik Kekaisaran Akhemeniyah.[2] Arakosia merupakan nama bahasa Yunani untuk provinsi kuno kekaisaran Akhemeniyah, Seleukia, dan Partia. Pusat provinsi tersebut berada di Lembah Argandab di Kandahar. Provinsi itu sendiri tidak mencapai Pegunungan Hindu Kush, tetapi diperkirakan meluas sampai Sungai Indus, meski luas pastinya masih jelas.[3]
Sejarah
Wilayah yang dahulu dikenal sebagai Arakosia dideskripsikan sebagai teritori yang berada di daerah aliran sungai Helmand, Arghandab, Tarnak, dan Arghestan. Wilayah ini memiliki kota Ghazni di utara dan berbatasan dengan Gurun Registan (yang merupakan bagian dari Gedrosia) di selatan, wilayah Drangiana di barat, dan Celah Gunung Bolan di timur.[4] Arakoisa, yang dalam bahasa Persia Kuno disebut Harauvatiš, dan dikenal sebagai wilayah paling penting di Afganistan sejak Zaman Perunggu, ketika Budaya Helmand berpusat di wilayah tersebut, tepatnya di Mundigak.[5] Daerah yang melingkupi Kandahar saat ini mulai berkembang pada awal milenium pertama SM, di mana terminus post quem pemukiman diperkirakan sekitar 1000 SM, dengan artefak tertua yang ditemukan, yakni tembikar, menunjukkan tanggal 700 SM.[6] Ada kemungkinan bahwa imigran di wilayah ini mungkin telah menyebabkan kemunduran Mundigak dan kemajuan Kandahar, di mana benteng dan gudus besar yang dibangun di Mundigak tercatat telah ada sebelum benteng di kota lain di Asia Selatan atau Iran.[7]
Di pertengahan abad ke-6 SM, Arakosia jatuh ke dalam kontrol Kekaisaran Akhemeniyah. Pada masa pemerintahan yang baru, pemukiman di Kandahar diperluas dan dibangun ulang, sehingga terbagi menjadi kuarter yang dipisahkan oleh tembok dalam, bersamaan dengan pembangunan benteng kota. Situs tersebut kemungkinan besar merupakan ibu kota wilayah Harauvatiš, yang dibuktikan dari fragmen tablet akuntansi dalam bahasa Elam yang ditemukan di sana sangat mirip dengan tablet yang setara di ibu kota Persepolis.[8] Beberapa artefak yang ditemukan di Persepolis, seperti bejana batu dan cobek serta ulekan, diketahui berasal dari Arakosia.[9] Meski demikian, kota Kandahar perlahan mulai mengalami kemunduran sekitar tahun 400 SM.[10]
Referensi
- ^ Stillwell, Richard; MacDonald, William L.; McAllister, Marian Holland, ed. (1976). "Alexandrian foundations". The Princeton Encyclopedia of Classical Sites. Princeton University Press.
- ^ Adkins, Lesley (2004). Empires of the Plain: Henry Rawlinson and the Lost Languages of Babylon. Macmillan. hlm. 111. ISBN 0-312-33002-2.
- ^ Schmitt 1986.
- ^ Ball 2020, hlm. 359; Schmitt 1986.
- ^ Ball 2020, hlm. 357–359; Schmitt 1986.
- ^ Ball 2020, hlm. 357; Helms 1997, hlm. 91.
- ^ Ball 2020, hlm. 360–361.
- ^ Ball 2020, hlm. 361; Fussman 2010.
- ^ Bernard 2005, hlm. 13; Fussman 2010.
- ^ Helms 1997, hlm. 91–92.
Sumber
- Ball, Warwick (2020). "Arachosia, Drangiana and Areia 1". Dalam Mairs, Rachel (ed.). The Graeco-Bactrian and Indo-Greek World (Edisi 1st). London: Routledge. hlm. 357–385. doi:10.4324/9781315108513-31. ISBN 978-1-3151-0851-3.
- Bernard, Paul (2005). "Hellenistic Arachosia: A Greek Melting Pot in Action". East and West. 55 (1): 13–34. JSTOR 29757633.
- Cohen, Getzel (2013). The Hellenistic Settlements in the East from Armenia and Mesopotamia to Bactria and India. Berkeley: University of California Press. ISBN 978-0-5209-5356-7. JSTOR 10.1525/j.ctt2tt96k.
- Fraser, Peter M. (1996). Cities of Alexander the Great. Oxford: Clarendon Press. ISBN 978-0-1981-5006-0.
- Fussman, Gérard (2010). "KANDAHAR ii. Pre-Islamic Monuments and Remains". Dalam Yarshater, Ehsan (ed.). Encyclopædia Iranica, Volume XV/5: Ḵamsa of Jamāli–Karim Devona. London and New York: Routledge & Kegan Paul. hlm. 475–477. ISBN 978-1-934283-28-8.
- Helms, Svend W. (1997). Excavations at Old Kandahar in Afghanistan 1976-1978: stratigraphy, pottery and other finds (ebook). Oxford: British Archaeological Reports. ISBN 978-1-4073-4998-5.
- Lane Fox, Robin (2004) [1974]. Alexander the Great. London: Penguin. ISBN 978-0-1410-2076-1.
- Mairs, Rachel (2008). "Greek identity and the settler community in Hellenistic Bactria and Arachosia". Migrations and Identities. 1 (1): 19–43. Diakses tanggal 11 March 2024.
- Schmitt, R. (1986). "ARACHOSIA". Dalam Yarshater, Ehsan (ed.). Encyclopædia Iranica, Volume II/3: ʿArab Moḥammad–Architecture IV. London and New York: Routledge & Kegan Paul. hlm. 246–247. ISBN 978-0-71009-103-1.
- Wallace, Shane (2016). "Greek Culture in Afghanistan and India: Old Evidence and New Discoveries". Greece and Rome. 63 (2): 205–226. doi:10.1017/S0017383516000073.
Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.


