Al-Mu'ayyad Shihabuddin Ahmad
| Al-Mu'ayyad Shihabuddin Ahmad | |
|---|---|
| Sultan Mesir dan Suriah | |
| Berkuasa | 26 Februari 1461 – 28 Juni 1461 |
| Pendahulu | Saifuddin Inal |
| Penerus | Saifuddin Khushqadam |
| Kelahiran | 1430 Kairo |
| Kematian | 28 Januari 1488 (umur 57–58) Aleksandria |
| Ayah | Saifuddin Inal |
| Ibu | Khawand Zaynab |
Al-Mu'ayyad Shihabuddin Ahmad (bahasa Arab: المؤيد شهاب الدين أحمد بن اينال; lahir 1430 – 28 Januari 1488) adalah putra Saifuddin Inal dan seorang sultan Mamluk Mesir yang memerintah dari 26 Februari hingga 28 Juni 1461.[1][2]
Biografi
Shihabuddin Ahmad lahir di Kairo dari pasangan Saifuddin Inal dan Khawand Zaynab binti Khasbek. Ia menjabat sebagai emir al-hajj ('komandan rombongan haji [ke Mekah]')[3] sebelum diproklamasikan sebagai sultan pada 26 Februari 1461, setelah ayahnya jatuh sakit.[4]
Namun Ahmad hanya memerintah selama empat bulan sebelum turun takhta secara damai pada 28 Juni akibat tekanan dari aliansi berbagai faksi mamluk berpengaruh yang menentang kepemimpinannya, termasuk Zahiri, Ashrafi, Nasiri, dan bahkan faksi Mu'ayyadi miliknya sendiri. Mereka dipimpin oleh Saifuddin Khushqadam yang kemudian menjadi sultan menggantikannya.[5] Ahmad dipenjarakan bersama saudaranya, Al-Nasri Mohammed, di Aleksandria hingga ia dibebaskan pada masa pemerintahan Timurbugha pada 1467.
Ia kemudian diizinkan kembali ke Kairo bersama putranya, Ali, oleh Sultan Qaitbay ketika ibunya jatuh sakit pada 1479. Setelah itu ia kembali ke Aleksandria dan tinggal di sana hingga meninggal pada 28 Januari 1488.
Satu-satunya istri yang diketahui adalah putri Süleyman Bey, penguasa Dulkadirid. Ia sebelumnya pernah menikah dengan Sultan Saifuddin Jaqmaq. Ia meninggal pada 27 April 1460.[6]
Referensi
- ^
Margoliouth, David Samuel (1911). . Dalam Chisholm, Hugh (ed.). Encyclopædia Britannica. Vol. 9 (Edisi 11). Cambridge University Press. hlm. 80–130, see page 102. ...On his death on the 26th of February 1461 his son Aḥmad was proclaimed sultan with the title Malik al-Mu'ayyad; he had the usual fate of sultans' sons.....he was compelled to abdicate on the 28th of June 1461
- ^ Eduard von Zambaur (1980). معجم الأنساب والأسرات الحاكمة في التاريخ الإسلامي للمستشرق زامباور (dalam bahasa Arab). Beirut: IslamKotob. hlm. 164.
- ^ Raymond 2000, hlm. 166.
- ^ Natho 2010, hlm. 216.
- ^ Natho 2010, hlm. 217.
- ^ D'hulster, Kristof; Steenbergen, Jo Van. "Family Matters: The Family-In-Law Impulse in Mamluk Marriage Policy". Annales Islamologiques. 47: 61–82. Diakses tanggal 2021-11-30.
Bibliografi
- Natho, Kadir I. (2010). Circassian History. Xlibris Corporation. ISBN 978-1441523884.
- Raymond, A. (2000). Cairo. Harvard University Press. ISBN 0674003160.
Uthman Inal Sultan.
Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.


