Al-'Amarah
kota kota besar | |
|---|---|
| Tempat | |
Koordinat: 31°50′N 47°9′E / 31.833°N 47.150°E | |
| Negara berdaulat | Irak |
| Daftar kegubernuran di Irak | Kegubernuran Maysan |
| Ibu kota dari | |
| Negara | Irak |
| Penduduk | |
| Keseluruhan | 511.500 |
| Geografi | |
| Ketinggian | 12 m |
| Sejarah | |
| Pembuatan | 1860 |
Amarah (Bahasa Arab: ٱلْعَمَارَة, diromanisasi: al-ʿAmārah), juga dieja Amara, adalah sebuah kota di bagian tenggara Irak. Kota ini terletak di punggungan rendah di tepi Sungai Tigris, di selatan Baghdad, sekitar 50 km (31 mil) dari perbatasan dengan Iran. Amarah berada di ujung utara wilayah rawa-rawa di antara Sungai Tigris dan Sungai Efrat.
Jumlah penduduknya sekitar 340.000 jiwa pada tahun 2002, meningkat menjadi 420.000 jiwa pada tahun 2005, dan mencapai sekitar 1.100.000 jiwa pada tahun 2020.[1] Amarah merupakan ibu kota dari Kegubernuran (Provinsi) Maysan.
Sebagai pusat perdagangan utama bagi wilayah pertanian di sekitarnya, kota ini dikenal dengan produk tenunan dan perak. Komoditas ekonomi utama yang dihasilkan di bagian utara Amarah meliputi tanaman serealia musim dingin seperti gandum dan jelai, serta peternakan hewan seperti domba dan kuda.
Sejarah
Kota ini didirkan pada tahun 1860-an sebagai pos militer Kesultanan Utsmaniyah, yang digunakan untuk mengendalikan konflik antara suku Banu Lam dan Al Bu Muhammad.
Pada tahun 1915, Amarah direbut oleh Britania Raya.[2] Sebelum Revolusi Irak 1958, Amarah dikenal dengan sistem feodal, di mana para pemilik tanah setempat mempertahankan milisi pribadi.[1]
Abdul Rahim al-Rahmani mendirikan toko buku pertama di Amarah pada tahun 1922 dan bioskop pertama di kota tersebut pada 1950.[3]
Selama Perang Iran-Irak yang berlangsung selama delapan tahun, bagian timur provinsi ini menjadi lokasi beberapa pertempuran, terutama Operasi Valfajr-e Moghadamati (Bahasa Indonesia: Fajar Pendahuluan) yang diluncurkan oleh Iran. Karena jalan raya Baghdad-Basra melintasi provinsi ini, Iran menargetkan wilayah tersebut karena pentingnya secara strategis bagi Irak.
Setelah Perang Teluk Persia, Amarah menjadi salah satu lokasi dalam Pemberontakan Irak 1991 melawan Saddam Hussein. Banyak pemberontak di seluruh Irak mundur ke tempat perlindungan di wilayah Amarah. Banyak di antara mereka tewas dan dimakamkan secara sederhana dalam kuburan massal di luar kota. Saddam Hussein juga menggunakan taktik mengeringkan rawa-rawa di sekitar Amarah, serta membangun sejumlah bendungan untuk memutus pasokan air ke wilayah tersebut.
Sepanjang tahun 1990-an, populasi kota meningkat akibat masuknya para pengungsi dari daerah rawa. Saddam Hussein sesekali mengabaikan pelayanan terhadap kota ini sebagai bentuk pembalasan atas perannya dalam pemberontakan. Kota ini juga mendukung upaya Muqtada al-Sadr, yang ayahnya juga dibunuh oleh Saddam. Pada Mei 1999, milisi Partai Ba'ath dan unit al-Ḥaras al-ʿIrāq al-Jamhūrīy al-Khas (Garda Khusus Republik Irak) melakukan operasi di wilayah tersebut, namun pasukan perlawanan lokal dilaporkan berhasil memukul mundur operasi tersebut
Sumber
- ^ a b Kjeilen, Tore (2006-10-21). "Al Amarah". Encyclopaedia of the Orient. Diarsipkan dari asli tanggal 2006-10-21. Diakses tanggal 2026-03-18.
- ^ "al-'Amarah". Encyclopædia Britannica. Diakses tanggal 2026-03-18.
- ^ Muhammad, Zayer (2009). Hayati Fi al-Iraq: Thikrayat Awal Tabeeb Iraqi Sakan al-Siweed [Kehidupan saya di Irak: Kenangan dokter Irak pertama di Swedia]. Kehidupan saya di Irak: Kenangan dokter Irak pertama di Swedia. ISBN 9789775783264. Pemeliharaan CS1: Lokasi penerbit (link) Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.



