Aji Pangeran Tua


Aji Pangeran Tua adalah seorang Raja yang memerintah Kerajaan Berau pada tahun 1600-1624 atau sekitar 24 tahun. Beliau merupakan raja ke-10 Kerajaan Berau menggantikan ayahnya Aji Dilayas. Setelah Ayahnya wafat, terjadi permasalahan internal kerajaan di antara Beliau dengan saudara berbeda ibu, yakni Pangeran Dipati, mereka berdua sama-sama ingin menjadi Raja menggantikan ayah mereka.
Dari permasalahan tersebut, kemudian diadakan musyawarah kerajaan. Dari musyawarah tersebut, Kerajaan Berau dibagi menjadi dua kekuasaan dalam satu negara, yakni sebagai berikut:
- Aji Pangeran Tua menguasai daerah sebelah selatan Sungai Kuran menuju hulu sungai sampai kiri Sungai Kelay (Wilayah modernnya mencakup beberapa kecamatan, yaitu: Tanjung Redeb, Teluk Bayur, Sambaliung, Kelay, Tabalar, Biatan, Talisayan, Batu Putih dan Biduk-Biduk).
- Aji Pangeran Adipati menguasai daerah sebelah utara Sungai Kuran menuju hulu sampai wilayah kanan dan kiri Sungai Segah (Wilayah modernnya mencakup beberapa kecamatan, yaitu: Gunung Tabur, Segah, Pulau Derawan dan Maratua).
- Penobatan Raja selanjutnya dilakukan secara bergantian dari masing-masing kedua keturunan. Dimulai dari Aji Pangeran Tua, kemudian dilanjutkan ke Aji Pangeran Dipati, kemudian keturunan Aji Pangeran Tua, kemudian keturunan Aji Pangeran Dipati, dan begitu seterusnya.
| Aji Pangeran Tua | |
|---|---|
| Berkuasa | 1600-1624 |
| Pendahulu | Aji Dilayas |
| Penerus | Aji Pangeran Adipati Saparudin |
| Keturunan | Hasanuddin, Maharaja Laila |
| Ayah | Aji Dilayas |
| Agama | Hindu |
Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.


