Ahmad Al-Misry
Artikel ini diusulkan untuk dihapus berdasarkan kebijakan. Silakan bagi pemikiran Anda berkaitan dengan masalah ini di halaman diskusi penghapusan. |
| Ahmad Al-Misry | |
|---|---|
Ahmad Al-Misry dalam Peringatan Maulid Nabi Muhammad di Kabupaten Tanah Laut tahun 2019 | |
| Lahir | |
| Kebangsaan | Mesir |
| Almamater | Universitas Al-Azhar |
| Pekerjaan | Da'i Ulama |
Ahmad Al-Misry adalah seorang pendakwah asal Mesir yang telah lama menetap dan berdakwah di Indonesia. Ia dikenal dengan gaya ceramah yang tenang, lembut, dan mudah dipahami, serta suara khas yang membuatnya sering diundang mengisi kajian di berbagai majelis taklim, masjid, dan pesantren. Penampilannya yang khas dengan jubah putih, sorban, dan jenggot rapi turut menjadi ciri yang mudah dikenali oleh jamaah.[1]
Ahmad Al-Misry menempuh pendidikan di Universitas Al-Azhar di Kairo, Mesir, di mana ia mendalami bidang fikih, tafsir, hadis, dan tasawuf. Latar belakang pendidikan ini menjadikannya dipercaya sebagai pembicara di berbagai forum keagamaan. Di Indonesia, ia aktif mengisi kajian rutin dan program pembinaan santri. Pada tahun 2021, ia menjadi salah satu juri pengganti dalam acara Hafiz Indonesia yang tayang di RCTI, menggantikan almarhum Syekh Ali Jaber yang meninggal dunia pada Januari 2021. Kehadirannya dalam acara tersebut menambah warna pada penilaian hafalan Al-Qur'an para peserta.[2]
Selain ceramah langsung, Ahmad Al-Misry juga aktif di media sosial. Ia memiliki kanal YouTube bernama Almisry Official yang memuat materi dakwah, penjelasan kitab klasik, dan nasihat keagamaan. Melalui platform tersebut, ia menjangkau audiens yang lebih luas di Indonesia. Kariernya sebagai pendakwah mencerminkan upaya menyebarkan ajaran Islam dengan pendekatan yang santun dan mudah dicerna oleh masyarakat.[2][3]
Kontroversi
Ahmad Al-Misry terseret dalam kasus hukum pada akhir 2025. Ia menjadi tersangka dalam dugaan pelecehan seksual sesama jenis terhadap beberapa santri pria. Kasus ini bermula dari laporan polisi yang menyebutkan dugaan perbuatan sejak 2017, dengan modus iming-iming sekolah gratis di Mesir dan narasi keagamaan. Sebelumnya, pada 2021, ia sempat mengakui perbuatan serupa dan meminta maaf kepada korban.[1]
Hingga awal 2026, kasus ini masih dalam proses penyelidikan dan Ahmad Al-Misry berada di luar negeri, sehingga menghambat pemeriksaan lebih lanjut.[3]
Pranala Luar
Referensi
- ^ a b "Profil Syekh Ahmad Al Misry, Asal, Kewarganegaraan, Pendidikan, Istri, Keluarga dan Rekam Jejak Kelamnya". Blog Amikom. Diakses tanggal 25 April 2026.
- ^ a b "Profil Syekh Ahmad Al-Misry, Juri Pengganti Syekh Ali Jaber di Acara Hafiz". Suara.com. Diakses tanggal 25 April 2026.
- ^ a b "Profil dan Jejak Karier Syekh Ahmad Al Misry yang Terseret Kasus Pelecehan Sesama Jenis, Pendakwah Asal Mesir". Disway. Diakses tanggal 25 April 2026.
Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.


