Agama Kelapa

Agama Kelapa adalah sebuah agama yang didirikan oleh Ông Đạo Dừa di Bến Tre, Vietnam Selatan. Agama ini merupakan satu dari sekian banyak agama di wilayah Selatan sebelum pemerintah sosialis yang baru menghapuskannya pada tahun 1975. Đạo Dừa mengadvokasi kerukunan umat beragama, menyintesiskan berbagai agama, khususnya Buddha dan Kristen. Agama Kelapa saat ini tidak diakui sebagai sebuah agama oleh Pemerintah Vietnam.

Sejarah
Agama Kelapa didirikan pada tahun 1963 oleh cendekiawan dan mistikus Vietnam, Nguyễn Thành Nam,[1] yang juga dikenal sebagai Biksu Kelapa,[2] Yang Mulia Kelapa (His Coconutship),[3] Nabi Kerukunan,[3] dan Paman Hai[3] (1909 – 1990[4]). Nam, yang pernah menempuh pendidikan di sebuah universitas Prancis,[1] mendirikan sebuah pagoda terapung[3] di "Kerajaan Kelapa" Vietnam bagian selatan, tepatnya di provinsi Bến Tre.[1] Diduga bahwa Nam hanya mengonsumsi kelapa selama tiga tahun;[4] selama kurun waktu tersebut ia juga mempraktikkan meditasi di atas sebuah landasan batu kecil.[5] Nam sempat menjadi kandidat dalam pemilihan umum presiden Vietnam Selatan tahun 1971, namun ia mengundurkan diri karena khawatir akan ditangkap dan dikembalikan ke "Kerajaan Kelapa"-nya.[1] Terlepas dari perilakunya yang eksentrik, pemerintah Saigon menghormatinya dan menyebut Nam sebagai "tokoh agama".[6] Ia biasanya mengenakan salib di lehernya dan berpakaian dalam jubah tradisional Buddha.[7]
Prakiraan jumlah pengikut agama ini di seluruh dunia mencapai 4.000 orang pada masa puncaknya. Salah satu pengikut yang terkenal adalah John Steinbeck IV, putra dari novelis Amerika John Steinbeck.[1] Agama ini dianggap sebagai sebuah "sekte" dan dengan segera dilarang pada tahun 1975 oleh para pejabat komunis.[1]
Biksu Kelapa meninggal dunia dalam keadaan yang tidak dapat dijelaskan pada tahun 1990,[8] yang menandai akhir dari sekte tersebut.[butuh rujukan] Perkebunan Kelapa (Coconut Estate) kini menjadi objek wisata di sepanjang rute Tur Delta Mekong My Tho.[butuh klarifikasi]
Lihat pula
Referensi
- ^ a b c d e f "Coconut religion". Vinhthong. Diarsipkan dari asli tanggal October 22, 2013. Diakses tanggal May 25, 2013.
- ^ Ehrhart, William Daniel (1987). Going back: an ex-marine returns to Vietnam. McFarland. ISBN 9780899502786.
- ^ a b c d Vu Trinh (1974). "The Coconut Monk". Vietspring. Diarsipkan dari asli tanggal 2013-05-01. Diakses tanggal 2013-05-26.
- ^ a b Dodd, Jan (2003). The Rough guide to Vietnam (Edisi 4). Rough Guides. hlm. 142. ISBN 9781843530954.
- ^ Hoskin, John; Howland, Carol (2006). Vietnam (Edisi 4). New Holland Publishers. hlm. 115. ISBN 9781845375515.[pranala nonaktif permanen]
- ^ Ellithorpe, Harold (1970). "South Vietnam: The Coconut Monk". Far Eastern Economic Review. hlm. 15.
- ^ "THE OTHER SIDE OF EDEN: LIFE WITH JOHN STEINBECK". American Buddha. Diarsipkan dari asli tanggal June 24, 2013. Diakses tanggal May 26, 2013.
- ^ Laurance, Robin (2019-07-01). Coconut: How the Shy Fruit Shaped our World (dalam bahasa Inggris). History Press. ISBN 978-0-7509-9273-2.
Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.


