After the Hunt
| After the Hunt | |
|---|---|
Poster penayangan di bioskop | |
| Sutradara | Luca Guadagnino |
| Produser |
|
| Ditulis oleh | Nora Garrett |
| Pemeran | |
| Penata musik | |
| Sinematografer | Malik Hassan Sayeed |
| Penyunting | Marco Costa |
Perusahaan produksi |
|
| Distributor |
|
Tanggal rilis |
|
| Durasi | 139 menit[1] |
| Negara |
|
| Bahasa | Inggris |
| Anggaran | $70–80 juta |
Pendapatan kotor | $9,4 juta[2][3] |
After the Hunt adalah film triler psikologis tahun 2025 yang disutradarai oleh Luca Guadagnino dan ditulis oleh Nora Garrett. Dibintangi oleh Julia Roberts, Ayo Edebiri, Andrew Garfield, Michael Stuhlbarg dan Chloë Sevigny, film ini mengisahkan tentang Alma, seorang profesor perguruan tinggi yang terjebak dengan tuduhan pelecehan seksual yang melibatkan salah satu muridnya dan seorang kolega.
Film ini ditayangkan perdana di Festival Film Internasional Venesia ke-82 pada 29 Agustus 2025,[4] dan dirilis di bioskop Amerika Serikat oleh Amazon MGM Studios pada 10 Oktober 2025. Film ini menerima ulasan beragam dari para kritikus, yang memuji penampilan Roberts.[5][6]
Plot
Pada September 2019, Alma Imhoff, seorang profesor filsafat di Universitas Yale, dan suaminya yang seorang terapis, Frederik Mendelssohn, mengadakan pesta makan malam. Alma baru saja kembali ke posisinya setelah mengambil cuti medis yang panjang; ia sering mengalami serangan rasa sakit dan mengonsumsi obat resep. Hadir dalam acara tersebut adalah Hank Gibson, kolega sekaligus sahabat dekat Alma, serta Maggie Resnick,[7][8], mahasiswa doktoral terbaiknya yang secara terbuka mengidentifikasi diri sebagai queer. Alma dan Hank sama-sama sedang bersaing untuk mendapatkan jabatan tetap. Maggie menemukan sebuah amplop misterius di lemari kamar mandi yang berisi kenangan lama, lalu menyimpan sebuah kliping koran dari amplop tersebut. Frederik secara pribadi berpendapat kepada Alma bahwa Hank dan Maggie tidaklah begitu istimewa, dan bahwa Alma tertarik pada mereka hanya karena mereka sangat mengaguminya. Hank kemudian mengantar Maggie pulang.
Keesokan harinya, Maggie tidak hadir di kelas Alma. Malam itu, Alma menemukan Maggie di luar rumahnya, dan Maggie mengaku kepada Alma bahwa Hank telah melakukan pelecehan seksual terhadapnya pada saat mengantarkannya pulang ke rumahnya setelah pesta Alma. Alma mengajak Maggie untuk masuk ke rumahnya, tapi Alma menolaknya lalu pergi. Hank menemui Alma dan berbicara mengenai masalah tersebut, yang membantah tuduhan tersebut dengan menekankan bahwa Maggie sendiri yang mengundangnya masuk ke rumahnya untuk minum setelah mereka meninggalkan pesta makan malam Alma. Ia juga bercerita mengenai Maggie yang menjiplak disertasinya.
Maggie dan Hank secara terpisah meminta dukungan Alma. Maggie berbicara dengan Maggie yang berencana untuk melakukan tuntutan hukum pada Hank, sementara Alma menyampaikan bahwa ia telah berbicara kepada dekan mengenai apa yang dia tahu. Alma kembali ke rumah dan menyadari bahwa kliping koran telah hilang dari amplop yang ada di lemarinya, sehingga ia membakar sebagian besar isi amplop tersebut. Keesokan harinya, Hank dipecat dan dengan marah masuk ke kelas Alma, menuduhnya tidak membela dirinya demi melindungi kariernya sendiri. Hank keluar dengan emosi, sementara Maggie berjalan keluar. Alma mengikuti Maggie dan menghiburnya, lalu mengundangnya makan malam di rumahnya malam itu. Maggie juga menyebutkan kepada Alma bahwa seorang reporter mendekatinya untuk membicarakan tuduhan tersebut, di mana Alma tidak setuju. Hari berikutnya, Alma pergi minum bersama seorang koleganya, Dr. Kim Sayers, psikiater universitas, yang mempercayai Maggie sekaligus menyuarakan ketidaksukaannya terhadap cara generasi mahasiswa menangani masalah mereka.
Maggie mengumumkan tuduhannya secara terbuka di Yale Daily News. Ia juga menerjemahkan potongan koran berbahasa Jerman yang diambilnya dari amplop milik Alma, yang mengungkap bahwa saat remaja, Alma pernah menuduh teman ayahnya, Matthias Wolff, telah memperkosanya, namun kemudian ia mencabut kembali tuduhan tersebut. Maggie menemui Alma dan menunjukkan potongan koran yang diambilnya, serta mengaku bahwa dia telah memberi tahu Dr. Kim mengenai hal tersebut. Alma, marah karena Maggie telah melanggar privasinya, menyuruhnya pergi dan meninggalkannya sendiri.
Alma kemudian ketahuan oleh pihak universitas telah memalsukan resep atas nama Dr. Kim, dan pertimbangan masa jabatannya ditangguhkan tanpa batas waktu. Setelah itu, Alma menemui Maggie di kampus dan melontarkan plagiarisme yang dilakukannya, mengkritik etos kerjanya, mengkritik cara berpakaian Maggie yang meniru dirinya, dan mengatakan kepada Maggie mengenai hidupnya yang penuh kebohongan karena memanfaatkan privilese kebetulannya, menjalin hubungan dengan pasangannya yang non-biner (Alex), serta menjadi seorang penjilat untuk menaikkan kreditibilitas dirinya. Alma juga menyindir bahwa tidak ada yang mempercayai tuduhan Maggie terhadap Hank, yang membuat Maggie menamparnya.
Alma kemudian mengasingkan diri ke apartemennya di tepi dermaga dan menemukan Hank sedang tidur di sana. Keduanya, yang sama-sama terluka akibat peristiwa terakhir, mulai saling berbincang-bincang. Hank mengakui bahwa ia pernah menggoda para mahasiswa, tetapi tetap menyangkal bahwa ia memperkosa Maggie, atau pernah berhubungan seks dengan mahasiswa, dengan mengatakan bahwa satu-satunya batas profesional yang pernah ia langgar adalah hubungan masa lalunya dengan Alma. Mereka berciuman, yang kemudian coba Hank lanjutkan menjadi hubungan seksual, meskipun Alma berulang kali mengatakan tidak, hingga akhirnya ia mendorong dan mengusirnya keluar dari apartemen.
Keesokan harinya Alma kembali ke kampus, tanpa menyadari bahwa Rolling Stone telah menerbitkan sebuah artikel di mana Maggie dengan keras mengkritik cara Alma dan Yale menangani keberanian Maggie untuk mengungkap kasusnya ke publik. Alma kemudian dihadapkan pada Alex dan sekelompok mahasiswa demonstran lainnya, lalu ia ambruk karena tukak lambungnya mengalami perforasi. Di rumah sakit, Alma menceritakan kepada Frederik kebenaran tentang pelecehan seksual yang dialaminya saat remaja, yang sebelumnya hanya diketahui sedikit oleh Frederik. Pada usia 15 tahun, Alma mengaku bahwa hubungan seksual dengan Wolff didasari oleh rasa cinta tanpa adanya pemaksaan, dan ketika Wolff mengakhiri hubungan itu setelah bertemu perempuan lain seusianya, Alma mengarang sebuah cerita pemerkosaan yang kemudian ia cabut kembali, tetapi tuduhan itu membuat Wolff bunuh diri tiga tahun kemudian. Frederik menekankan bahwa sekalipun Alma merasa bersalah, apa yang terjadi tetaplah merupakan pemerkosaan terhadap anak di bawah umur (statutory rape).
Dalam epilog yang berlatar Januari 2025, Alma kini menjadi seorang dekan, setelah memulihkan kariernya dengan menerbitkan sebuah artikel tentang pengalamannya mengalami statutory rape saat remaja. Ia bertemu Maggie di sebuah kedai makan—pertemuan pertama mereka sejak peristiwa sebelumnya. Mereka membicarakan perjalanan hidup masing-masing, di mana Maggie kini telah bertunangan, sementara Alma mengatakan bahwa dirinya masih bersama Frederik, dan bercerita bahwa Hank kini bekerja sebagai konsultan politik untuk Partai Demokrat dan menghasilkan banyak uang. Maggie mengaku bahwa dirinya menjadi lebih hidup setelah semua kejadian yang menimpanya dan bertanya apakah Alma benar-benar bahagia, di mana Alma menjawab bahwa ia bahagia. Maggie turut bahagia dan mengucapkan selamat padanya. Alma membayar dan pergi, di mana kemudian Luca Guadagnino berteriak “cut!” dari luar layar.
Pemeran
- Julia Roberts sebagai Alma Imhoff, seorang profesor yang disegani dan disukai di Universitas Yale
- Ayo Edebiri sebagai Margaret "Maggie" Resnick, seorang mahasiswa filsafat muda dan anak didik Alma
- Andrew Garfield sebagai Henrik "Hank" Gibson, kolega dan teman dekat Alma yang dituduh melakukan pelecehan seksual
- Michael Stuhlbarg sebagai Frederik Mendelssohn, suami Alma yang seorang psikiater
- Chloë Sevigny sebagai Dr. Kim Sayers, dokter yang menjadi penghubung mahasiswa universitas dan teman Alma
- Thaddea Graham sebagai Katie
- David Leiber sebagai Dekan RJ Thomas
- Lío Mehiel sebagai Alex, seorang mahasiswa hukum dan pasangan Maggie
- Will Price sebagai Arthur
Produksi
Pengembangan
Naskah karya Nora Garrett awalnya terpilih masuk ke dalam Black List pada tahun 2023, sebuah survei tahunan mengenai naskah film yang "paling disukai" namun belum diproduksi.[9] Pada Maret 2024, diumumkan bahwa Julia Roberts akan membintangi film ini, dengan Luca Guadagnino ditetapkan sebagai sutradara.[10]
Pemilihan pemeran
Pada bulan Mei, Andrew Garfield dan Ayo Edebiri bergabung dalam jajaran pemeran.[11][12] Zendaya awalnya ditetapkan untuk memerankan tokoh Edebiri, tetapi mengundurkan diri karena konflik jadwal.[13] Guadagnino kemudian memilih Edebiri setelah melihat penampilannya dalam film Bottoms (2023).[14] Guadagnino menambahkan subteks rasial ke dalam naskah yang sebelumnya tidak ada dalam draf awal, termasuk mengubah latar belakang ras karakter Edebiri dari kulit putih menjadi kulit hitam.[13] Pada bulan Juni, Michael Stuhlbarg dan Chloë Sevigny juga bergabung dalam jajaran pemeran.[15][16]
Syuting
Pengambilan gambar utama dimulai di London dan Cambridge University pada 6 Juli 2024.[17][18] Film ini melakukan syuting di lokasi tersebut selama satu minggu sebelum melanjutkan pengambilan gambar selama lima minggu terakhir di panggung Shepperton Studios.[13] Proses syuting selesai pada 16 Agustus, setelah enam minggu pengambilan gambar.[19] Sinematografer Malik Hassan Sayeed menggarap proyek ini menggunakan film 35 mm, menandai kembalinya ia ke produksi film layar lebar setelah 25 tahun.[20]
Desain kostum film ini ditangani oleh Jonathan Anderson, direktur kreatif Loewe, yang sekaligus menjadi kolaborasi ketiganya dengan Guadagnino setelah Challengers (2024) dan Queer (2024).[21]
Penghargaan
| Penghargaan | Tanggal | Kategori | Penerima | Hasil | Ref. |
|---|---|---|---|---|---|
| Gotham Independent Film Awards | 1 Desember 2025 | Visionary Tribute | Luca Guadagnino dan Julia Roberts | Menang | [22] |
| Penghargaan Film AARP untuk Orang Dewasa | 10 Januari 2026 | Aktris Terbaik | Julia Roberts | Belum diputuskan | [23] |
Referensi
- ^ "After the Hunt (2025)". Irish Film Classification Office. September 10, 2025. Diakses tanggal September 10, 2025.
- ^ "After the Hunt". Box Office Mojo. Diakses tanggal November 6, 2025.
- ^ "After the Hunt". The Numbers. Diakses tanggal November 6, 2025.
- ^ "Biennale Cinema 2025 | After the Hunt". La Biennale di Venezia (dalam bahasa Inggris). 2025-07-14. Diakses tanggal 2025-08-24.
- ^ Lodge, Guy (August 30, 2025). "Julia Roberts Delivers Her Best Performance Since 'Erin Brockovich' in 'After the Hunt'". Variety (dalam bahasa American English). Diakses tanggal September 10, 2025.
- ^ Collin, Robbie (August 29, 2025). "Julia Roberts is back to her best in a devilish cancel culture thriller". The Telegraph (dalam bahasa Inggris (Britania)). ISSN 0307-1235. Diakses tanggal September 10, 2025.
- ^ McLaughlin, Rosanna (20 October 2025). "'After the Hunt' Is Fascinating for All the Wrong Reasons". ArtReview.
- ^ van de Klashorst, Marc (August 29, 2025). "Venice 2025 review: After the Hunt (Luca Guadagnino)". International Cinephile Society.
- ^ "The Black List 2023: The Full List". Variety. December 11, 2023. Diakses tanggal 2025-11-27.
- ^ Rubin, Rebecca (March 26, 2024). "Julia Roberts to Star in Luca Guadagnino's Thriller 'After the Hunt'". Variety. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal March 26, 2024. Diakses tanggal 26 March 2024.
- ^ Kroll, Justin (May 13, 2024). "Andrew Garfield To Co-Star Opposite Julia Roberts In Luca Guadagnino's Thriller After The Hunt For Imagine And Amazon MGM Studios". Deadline Hollywood. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal May 13, 2024. Diakses tanggal 13 May 2024.
- ^ Grobar, Matt (May 22, 2024). "Ayo Edebiri Joins Amazon MGM's 'The Hunt' From Luca Guadagnino". Deadline Hollywood. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal May 22, 2024. Diakses tanggal 23 May 2024.
- ^ a b c Malik Hassan Sayeed On Why Luca Guadagnino & ‘After The Hunt’ Brought Him Back To Fiction Filmmaking After A Two-Decade Long Hiatus
- ^ "Ayo Edebiri & Luca Guadagnino on 'After the Hunt' & Their Creative Kinship". W Magazine (dalam bahasa Inggris). 2025-02-13. Diakses tanggal 2025-03-24.
- ^ Kroll, Justin (June 3, 2024). "Michael Stuhlbarg Joins Julia Roberts In Luca Guadagnino's After The Hunt". Deadline Hollywood. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal June 3, 2024.
- ^ Galuppo, Mia (June 4, 2024). "Chloë Sevigny Joins Julia Roberts in Luca Guadagnino Thriller 'After The Hunt'". The Hollywood Reporter. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal June 4, 2024.
- ^ Garner, Glenn (July 6, 2024). "Julia Roberts, Chloë Sevigny & Ayo Edebiri Begin Filming Luca Guadagnino's 'After The Hunt' In London". Deadline Hollywood. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal July 7, 2024.
- ^ Spencer, Alex (July 11, 2024). "Julia Roberts Movie After The Hunt begins filming in Cambridge". Cambridge Independent. Diarsipkan dari versi asli pada 2024-07-11.
- ^ Kroll, Justin (July 31, 2024). "Amazon MGM Studios Thriller 'After The Hunt' Rounds Out Cast". Deadline Hollywood. Diarsipkan dari asli tanggal August 1, 2024. Diakses tanggal July 31, 2024.
- ^ Desowitz, Bill (2025-03-12). "20 Movies Shot on Film in 2025: Separate Safdie Brothers, Paul Thomas Anderson, and More". IndieWire (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2025-03-13.
- ^ "Jonathan Anderson costumes Julia Roberts in 'After The Hunt'". Vogue Business. August 30, 2025. Diakses tanggal 2025-11-27.
- ^ Hipes, Patrick (November 13, 2025). "After the Hunt Duo Luca Guadagnino & Julia Roberts Set for Gotham Awards' Visionary Tribute". Deadline Hollywood. Diakses tanggal November 13, 2025.
- ^ Hammond, Pete (November 19, 2025). "'One Battle After Another', 'Hamnet', 'A House Of Dynamite' Among AARP's Movies For Grownups Best Picture Nominees". Deadline Hollywood. Diakses tanggal November 20, 2025.
Pranala luar
- After the Hunt di IMDb (dalam bahasa Inggris)
Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.


