Afdeling Bengkalis

Afdeling Bengkalis adalah salah satu afdeling yang didirikan dalam wilayah Keresidenan Sumatera Timur di Hindia Belanda.[1][2] Wilayah Afdeling Bengkalis mencakup sebagian wilayah Provinsi Riau pada masa kini dengan ibu kota di Bengkalis.[1][2] Pemerintahan di Afdeling Bengkalis dipimpin oleh seorang asisten residen.[3] Struktur pemerintahan di Afdeling Bengkalis meliputi onderafdeling yang terbagi menjadi kelompok-kelompok penduduk.[4] Pada tahun 1930 M, sebagian besar penduduk di Afdeling Bengkalis adalah pribumi dari suku Melayu dan sebagian kecil lainnya adalah orang Tionghoa, orang dari Eropa dan orang dari Timur Asing.[5]

Pembentuk

Afdeling Bengkalis merupakan salah satu afdeling yang terletak dalam wilayah Keresidenan Sumatera Timur. Keresidenan Sumatera Timur merupakan salah satu keresidenan bentukan Belanda di wilayah Provinsi Riau saat ini.[1] Ibu kota Afdeling Bengkalis terletak di Bengkalis sejak pembentukan Afdeling Bengkalis oleh Belanda hingga masa akhir kekuasaan Belanda di Hindia Belanda.[2]

Pemerintahan

Pemerintahan di Afdeling Bengkalis dipimpin oleh seorang asisten residen.[3] Struktur pemerintahan di Afdeling Bengkalis sama dengan afdeling-afdeling lain di wilayah Riau yang termasuk wilayah Keresidenan Sumatera Timur yaitu terdiri dari ondrafdeling yang dipimpin oleh seorang kontrolir ataupu gezaghebber. Tiap ondrafdeling kemudian kemudian terbagi lagi menjadi kelompok penduduk yang dipimpin oleh kepala daerah setempat.[4]

Penduduk

Berdasarkan sensus penduduk yang diadakan di Hindia Belanda pada tahun 1930 M. sebagian besar penduduk di Afdeling Bengkalis adalah pribumi dari suku Melayu yang menghuni wilayah Riau. Jumlah penduduk hasil gabungan Afdeling Bengkalis, Afdeling Tanjung Pinang, Afdelng Indragiri, dan Afdeling Bangkinang sebanyak 565.665 jiwa pada tahun 1930 M. Sebanyak 438.374 jiwa dari jumlah tersebut merupakan penduduk pribumi. Selain penduduk pribumi, wilayah Afdeling Bengkalis dihuni oleh sekelompok masyarakat minoritas yang terdiri dari orang Tionghoa, orang dari negara-negara Eropa dan orang dari negeri-negeri di Timur Asing. Kelompok masyarakat minoritas dengan jumlah terbanyak di Afdeling Bengkalis adalah orang Tionghoa. Jumlah orang Tionghoa pada gabungan Afdeling Bengkalis, Afdeling Tanjung Pinang, Afdeling Indragiri, dan Afdeling Bangkinang sebanyak 74.145 jiwa.[5]

Referensi

  1. ^ a b c Chaidir, dkk., ed. (2007). DPRD Riau dari Masa ke Masa, 1971-2007. DPRD Provinsi Riau. hlm. 21. ; Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  2. ^ a b c Naskah Akademik Rancangan Undang-Undang tentang Kabupaten Bengkalis di Provinsi Riau (PDF). Jakarta: Pusat Perancangan Undang-Undang Badan Keahlian, Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia. 12 Juni 2023. hlm. 31. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  3. ^ a b Pahlefi, Riza (Juni 2022). Hadi, E., dan Azwar, R. I. (ed.). Bengkalis: Negeri Jelapang Padi. Bengkalis: CV. Dotplus Publisher. hlm. 164. ISBN 978-623-6428-59-7. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: editors list (link) Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  4. ^ a b Proyek Penelitian dan Pencatatan Kebudayaan Daerah (1977). Sejarah Daerah Riau. Jakarta: Proyek Penelitian dan Pencatatan Kebudayaan Daerah, Pusat Penelitian Sejarah dan Budaya, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. hlm. 156. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  5. ^ a b Melalatoa, M. Junus (1995). Ensiklopedi Suku Bangsa di Indonesia Jilid L-Z. Jakarta: Direktorat Jenderal Kebudayaan. hlm. 705. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)

Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.

×
Advertisement