Afdeling Aceh Barat


Afdeling Aceh Barat adalah salah satu afdeling yang dibentuk oleh Pemerintah Hindia Belanda dalam wilayah Keresidenan Aceh.[1] Wilayah administratif Afdeling Aceh Barat saat ini mencakup sepanjang pantai bagian barat Provinsi Aceh yang saat ini membentang dari Kabupaten Aceh Jaya hingga Kabupaten Aceh Singkil termasuk pulau Simeulue.[2][3][3] Ibu kota Afdeling Aceh Barat terletak di Meulaboh.[4] Pemerintahan di Afdeling Aceh Barat dipimpin oleh seorang asisten residen dan dibantu oleh kontrolir yang pejabatnya hanya boleh dari orang Belanda. Struktur pemerintahan di Afdeling Aceh Barat secara berurut dimulai dari onderafdeling, ulee balang, mukim dan gampong.[4]

Pembentukan

Afdeling Aceh Barat merupakan salah satu afdeling yang dibentuk oleh Pemerintah Hindia Belanda dalam wilayah Keresidenan Aceh. Pembentukan Keresidenan Aceh dilakukan pada tahun 1899 M melalui Keputusan Gubernur Jenderal Hindia Belanda Nomor 25 Tahun 1899. Keresidenan Aceh diresmikan pendiriannya pada Lembaran Negara Hindia Belanda Nomor 259. Pembentukan Keresidenan Aceh dan afdeling-afdelingnya termasuk Afdeling Aceh Barat dilakukan setelah rakyat Aceh mulai mengurangi perlawanannya terhadap Pemerintah Hindia Belanda.[1]

Wilayah administratif

Wilayah administratif Afdeling Aceh Barat saat ini mencakup sepanjang pantai bagian barat Provinsi Aceh. Bentangan wilayahnya dimulai dari Gunung Geurutee sampai ke Singkil. Selain itu, wilayah administratif Afdeling Aceh Barat meliputi pula pulau Simeulue.[3] Pada masa kini, wilayah administratif Afdeling Aceh Barat mencakup wilayah Kabupaten Aceh Jaya, Kabupaten Aceh Barat hingga ke Kabupaten Aceh Singkil.[2][3] Ibu kota Afdeling Aceh Barat terletak di Meulaboh.[4]

Pemerintahan

Pemerintahan di Afdeling Aceh Barat dipimpin oleh seorang asisten residen. Afdeling Aceh Barat menerapkan struktur pemerintahan yang sama dengan afdeling-afdeling lain yang dibentuk pada Keresidenan Aceh. Secara berurutan, struktur pemerintahan di Afdeling Aceh Barat yaitu onderafdeling, distrik yang disebut tanah ulee balang, mukim dan gampong. Wilayah Afdeling Aceh Barat terbagi lagi menjadi beberapa onderafdeling yang masing-masing dipimpin oleh seorang kontrolir. Jabatan sebagai asisten residen maupun kontrolir hanya dapat dijabati oleh orang Belanda.[4]

Referensi

Catatan kaki

  1. ^ a b Dadek, T., dkk. Yunanda, A., dkk. (ed.). Budaya Aceh Barat. Aceh Barat: Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Aceh Barat. hlm. 124. ISBN 978-602-702-704-6. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list (link) Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  2. ^ a b Al Asyi 2020, hlm. 128.
  3. ^ a b c d Al Asyi 2020, hlm. 123.
  4. ^ a b c d Dadek, T., dan Hermansyah (November 2013). Meulaboh dalam Lintas Sejarah Aceh. Aceh Barat: Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Aceh Barat. hlm. 60–61. ; Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list (link) Pemeliharaan CS1: Status URL (link)

Daftar pustaka

Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.

×
Advertisement