Acacia saligna

Acacia saligna
Klasifikasi ilmiah Sunting klasifikasi ini
Kerajaan: Plantae
Klad: Tracheophyta
Klad: Angiospermae
Klad: Eudikotil
Klad: Rosidae
Ordo: Fabales
Famili: Fabaceae
Subfamili: Caesalpinioideae
Klad: Mimosoideae
Genus: Acacia
Spesies:
A. saligna
Nama binomial
Acacia saligna
Data persebaran dari AVH
Sinonim

Acacia cyanophylla Lindley

Acacia saligna merupakan pohon berukuran kecil dari famili Fabaceae. Spesies ini berasal dari Australia dan tersebar luas di wilayah barat daya Australia Barat, dengan jangkauan yang membentang ke utara hingga Sungai Murchison dan ke timur sampai Teluk Israel. Bagi masyarakat Noongar, pohon ini dikenal dengan nama Kujong.[2][3]

Deskripsi

Acacia saligna merupakan pohon kecil yang tumbuh lebat dengan cabang menyebar dan bentuk tajuk yang menggantung seperti menangis. Tingginya dapat mencapai sekitar delapan meter. Sebagaimana banyak spesies akasia lainnya, tanaman ini tidak memiliki daun sejati, melainkan filoda, batang daun pipih, yang panjangnya dapat mencapai 25 sentimeter. Pada pangkal setiap filoda terdapat kelenjar nektar yang mengeluarkan cairan manis, yang menarik kehadiran semut. Kehadiran semut ini diyakini membantu mengurangi jumlah herbivora kecil yang memakan daun. Bunga berwarna kuning cerah muncul pada akhir musim dingin hingga awal musim semi, tersusun dalam kelompok yang terdiri hingga sepuluh kepala bunga berbentuk bulat. Setelah proses pembungaan, A. saligna menghasilkan buah berupa polong, sedangkan bijinya berbentuk lonjong dan berwarna gelap hingga hitam. Sebagai spesies penjajah yang efisien, A. saligna mudah ditemukan tumbuh di area yang tanahnya terganggu, misalnya sepanjang jalan baru atau lahan yang dibuka. Penyebaran benih terutama dibantu oleh semut, yang membawa biji ke sarang mereka untuk memakan bagian arilnya. Ketika tanah di sekitar sarang terganggu, biji dapat terangkat ke permukaan dan mulai berkecambah. Benih tanaman ini memiliki tingkat perkecambahan yang sangat tinggi. Ratusan bibit kadang-kadang dapat ditemukan di bawah satu pohon induk saja. Selain itu, bibit muda tumbuh cepat dan kuat, sering kali mencapai pertambahan tinggi lebih dari satu meter dalam setahun.[4]

Kegunaan

Acacia saligna memiliki beragam kegunaan karena mampu tumbuh dalam kondisi tanah yang sangat bervariasi, baik sebagai semak maupun pohon berkayu. Spesies ini dimanfaatkan untuk berbagai tujuan, termasuk bahan penyamakan, program revegetasi, pakan ternak, rehabilitasi lahan tambang, sumber kayu bakar, mulsa, agroforestri, serta tanaman hias. Tanaman ini juga telah dibudidayakan secara luas di wilayah semi-kering Afrika, Amerika Selatan, dan Timur Tengah sebagai penahan angin serta untuk membantu menstabilkan bukit pasir dan mengendalikan erosi tanah.[5]

Referensi

  1. ^ Wendland, H.L. (1820) Commentatio de Acaciis aphyllis: 4, 26.
  2. ^ "Golden wreath wattle (Acacia saligna)" (PDF). Northern and Yorke Natural Resources Management Board. June 2011. Diakses tanggal 2025-11-29.
  3. ^ "Noongar names for plants". kippleonline.net. Diarsipkan dari asli tanggal 20 November 2016. Diakses tanggal 2025-11-29.
  4. ^ Quentin C. B. Cronk; Janice L. Fuller (1995). Plant Invaders: The Threat to Natural Ecosystems. Royal Botanic Gardens, Kew: Springer. ISBN 978-0-412-48380-6.
  5. ^ "FloraBase: Acacia saligna". Department of Environment and Conservation (Western Australia). Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 19 July 2008. Diakses tanggal 2025-11-29.


Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.

×
Advertisement