Abu Bishr Matta bin Yunus

Infobox orangAbu Bishr Matta bin Yunus
Biografi
Kelahirank. 870 Suntingan nilai di Wikidata
Kematian940 (Kalender Masehi Gregorius) Suntingan nilai di Wikidata (69/70 tahun)
Data pribadi
AgamaNestorianisme Suntingan nilai di Wikidata
Kegiatan
Pekerjaanfilsuf, penerjemah Suntingan nilai di Wikidata
MuridAl-Farabi dan Yahya ibn Adi (en) Terjemahkan Suntingan nilai di Wikidata


Abu Bishr Matta bin Yunus al-Qunnaʾi (Arab: ﺍﺑﻮ ﺑﺸﺮ ﻣﺘﺎ ﺑﻦ ﻳﻮﻧﺲ القنائي 870-20 Juni 940) adalah seorang filsuf Kristen Arab yang berperan penting dalam transmisi karya-karya Aristoteles ke dunia Islam. Ia terkenal karena mendirikan mazhab filsuf Aristotelianisme Baghdad.

Biografi dan pendidikan

Abu Bishr dididik di biara Dayr Qunna (karenanya dinamai "al-Qunnāʾī"), sebuah lembaga Nestorian tak jauh dari Baghdad, yang memasok banyak pejabat tinggi kepada pemerintahan Kekhalifahan Abbasiyah. Ia juga menempuh pendidikannya di Sekolah Qar Mari, di mana ia belajar kepada sejumlah guru, di antaranya dua rahib: Rubil dan Binyamin. Ia juga mempelajari ilmu logika di bawah bimbingan Abu Isḥaq Ibrahim al-Qawari, seorang ahli logika.

Ia kemudian mengajar di Baghdad, tempat filsuf Muslim Al-Farabi dan filsuf Kristen Suryani Yahya bin Adi menjadi murid-muridnya.

Karya

Abu Bishr terkenal karena terjemahan-terjemahannya dalam bahasa Arab atas karya-karya Aristoteles. Sebagian besar terjemahan ini dibuat dari bahasa Suryani ke bahasa Arab, tetapi menurut kitab yang terkenal, Kitab al-Fihrist, menyebutkan terjemahan Sanggahan-sanggahan Sofistik karya Aristoteles dari bahasa Yunani ke bahasa Suryani. Terjemahan bahasa Arab dari karya Aristoteles ini dilanjutkan oleh murid-muridnya (terutama Yahya bin Adi) dan digunakan oleh para filsuf Arab selanjutnya seperti Ibnu Sina. Ada yang menyebutkan Matta tidak menguasai bahasa Yunani, sehingga terjemahannya ke bahasa Arab dibuat berdasarkan naskah-naskah terjemahan Suryani yang sudah ada sebelumnya.[1]

Terjemahan

Perdebatan tentang manfaat logika dan tata bahasa

Abu Bishr dilaporkan telah berdebat dengan teolog dan ahli tata bahasa muslim, Abu Sa'id al-Sirafi, tentang manfaat logika dan tata bahasa, selama audiensi dengan wazir di Baghdad pada tahun 932.[2][3][4] Catatan tentang perdebatan tersebut dianggap bias terhadap al-Sirafi, tetapi perdebatan tersebut tampaknya menguntungkan al-Sirafi, yang menyerang konsep ilmu logika karena hanya berlaku untuk orang Yunani dan tidak berguna bagi penutur bahasa Arab.[3][4] Al-Sirafi juga berhasil membingungkan Abu Bishr dengan serangkaian teka-teki tata bahasa Arab.[4] Rekan Abu Bishr yang lebih muda, Al-Farabi dan Yahya bin Adi kemudian akan menawarkan argumen tambahan untuk mendukung argumennya.[3][4] Perdebatan ini diriwayatkan oleh Abu Ḥayyan al-Tawḥidi dalam dua karyanya: al-Muqābasāt dan al-Imtāʿ wa al-Mu’ānasa.

Referensi

  1. ^ D’Ancona, Cristina (2016). Zalta, Edward N. (ed.). Greek Sources in Arabic and Islamic Philosophy (Edisi Summer 2016). Metaphysics Research Lab, Stanford University.
  2. ^ Margoliouth, D. S. (1905). "IV. The Discussion between Abu Bishr Matta and Abu Sa'id al-Sirafi on the Merits of Logic and Grammar". Journal of the Royal Asiatic Society of Great Britain & Ireland. 37 (1): 79–129. doi:10.1017/S0035869X00032706. ISSN 0035-869X.
  3. ^ a b c "Logic in Islamic philosophy: Logic, language and grammar". muslimphilosophy.com. Diakses tanggal 13 Juni 2016.
  4. ^ a b c d Street, Tony (1 January 2015). Zalta, Edward N. (ed.). Arabic and Islamic Philosophy of Language and Logic: Farabian Aristotelianism. Diakses tanggal 13 Juni 2016 – via Stanford Encyclopedia of Philosophy. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)

Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.

×
Advertisement