Abu Bakrah ats-Tsaqafi
| Biografi | |
|---|---|
| Kelahiran | 7 abad Ta'if |
| Kematian | 710 dekade Basra |
| Data pribadi | |
| Agama | Islam |
| Kegiatan | |
| Pekerjaan | personel militer, muhaddits |
| Konflik | Pengepungan Tha'if |
| Keluarga | |
| Anak | Amatullah binti Abi Bakrah, Ubaidullah bin Abi Bakrah, Abdurrahman bin Abi Bakrah |
| Ayah | Al-Harits bin Kaldah |
| Saudara | Nafi bin al-Harits |
Abu Bakrah ats-Tsaqafi (bahasa Arab: أبو بكرة الثقفي) lebih dikenal sebagai Nufai' bin al-Harits (bahasa Arab: نُفيع بن الحارث) sahabat Nabi Muhammad yang mulia dimana dia adalah penghafal hadis. Nama Abu Bakrah ats-Tsaqafi adalah Nufai' bin al-Harits tetapi ada juga yang mengatakan Nufai' bin Masruh. Dikenal namanya dengan kun-yah Abu Bakrah karena saat kaum muslimin mengepung benteng Tha'if di Perang Thaif, Nufai' menyelamatkan diri dengan memanjat dinding benteng dengan bakrah atau nama indonesia nya tali sumur. Lalu Nufai' menghampiri Nabi Muhammad. Dia adalah seorang budak lalu Nabi memerdekakannya.[1] Ibunya bernama Sumayyah serta saudara seibu dari Ziyad bin Abihi.[1]
Kehidupan
Terdapat sebuah riwayat dari al-Mughirah dari Syabbak dari seseorang bahwa orang-orang Tsaqif meminta kepada Rasulullah untuk mengembalikan status Abu Bakrah sebagai budak. Rasulullah berkata pada mereka, “Tidak. Dia dimerdekakan oleh Allah dan Rasul-Nya.”[2]
Sepeninggal Muhammad, dimasa Umar, ia pernah dicambuk karena dianggap memberi kesaksian palsu soal tuduhan Mughirah berzina,[3] ia diminta bertobat tetapi ia bertahan dengan kesaksiannya.[1]
Saat Pertempuran Jamal, Abu Bakrah menolak bergabung pada pasukan Aisyah dan ia memilih netral.[4]
Ia tinggal di Basrah, menjadi ahli fikih dan pernah menjadi delegasi menemui Muawiyah, dan ia bersikap netral saat konflik.[1] Muridnya termasuk Hasan al-Basri. Ia meriwayatkan lebih 130 hadis. Ia kecewa dengan anak-anaknya yang mendapatkan jabatan dari Muawiyah, termasuk ia marah dengan saudaranya Ziyad bin Abihi dan menolak jenazahnya disolatkan Ziyad.[5]
Kematian
Abu Bakrah wafat karena sakit di Basrah semasa Khalifah Muawiyah pada tahun 51 H, dan ia disolatkan Abu Barzah.[1]
Lihat pula
Referensi
- ^ a b c d e Dzahabi, Imam (2017). Terjemah Siyar A'lam an-Nubala vol 7. Jakarta: Pustaka Azzam, hal. 1-4. ISBN 978-602-236-270-8
- ^ "Kisah muslim". Kisah muslim.
- ^ Al-Ibi, Abul Fida' Abdurraqib bin Ali (2020-12-18). Kisah Karomah Para Wali Allah: Sejak Zaman Ibrahim Alaihissalam hingga 1344 Hijriyah (dalam bahasa Melayu). Darul Falah. hlm. 104. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
- ^ M.A, Dr H. Jarman Arroisi (2022-08-17). Antologi Pemikiran dan Peradaban: Dinamika Tradisi Intelektual dalam Islam). Unida Gontor Press. hlm. 132. ISBN 978-602-5620-87-4. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
- ^ Atasnama Tuhan. Penerbit Serambi. 2004. hlm. 169. ISBN 978-979-3335-51-3. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.


