Abdullah bin Abi Rabi'ah
Abdullah bin Abi Rabi'ah atau Abdullah bin Abu Rabi'ah adalah seorang Sahabat Nabi Muhammad dari Suku Quraisy yang dikenal cerdik dan sukses berdagang. Nama lengkapnya Abdullah bin Abi Rabi'ah bin Mughirah al Makhzumi. Ia bersama Abu Sufyan menjalankan investasi dagang sebesar 30.000 dinar (sekitar 30 miliar rupiah) dari Walid bin Mughirah dan Abu Lahab.[1]
Kehidupan
Awalnya ia memusuhi Islam, ketika muslimin hijrah ke Habasyah (Ethiopia), ia bersama Amru bin Ash diutus untuk memulangkan kembali muslimin ke Mekah dengan berupaya menyuap pejabat anggota kerajaan Najasy.[2] Dialog perdebatan Abdullah bersama Amru melawan Ja'far bin Abu Thalib di hadapan Raja Najasy selama 2 hari tentang Islam dan Kristiani (Isa bin Maryam),[3] membuat kesimpulan Raja bahwa rombongan muslimin benar sehingga utusan Quraisy gagal menjalankan misinya.[4]
Abdullah masuk Islam saat Pembukaan Makkah, lalu Muhammad meminjam hartanya untuk keperluan bekal Pertempuran Hunain menghadapi suku Bani Hawazin dan Tsaqif di Thaif. Selesai pertempuran, Muhammad membayar kembali hutangnya pada Abdullah.[5]
Pada masa Umar, Abdullah bin Abi Rabi'ah ingin beternak kuda di Madinah, maka Khalifah Umar melarangnya dari hal tersebut. Lalu mereka menyampaikan pembicaraan kepada Umar agar mengizinkannya, maka Umar berkata, "Aku tidak mengizin-kannya, kecuali bila dia mendatangkan makanan ternak kudanya dari luar Madinah." Maka Abdullah mengikat ternak kudanya, dan mem-berinya makanan yang dibawa dari tanahnya yang di Yaman.[6] Umar menunjuknya sebagai Gubernur sampai di masa Utsman.
Kematian
Pada masa Khalifah Utsman bin Affan, Abdullah ditunjuk sebagai Gubernur wilayah Al-Janad.[7] Saat pembunuhan Utsman, Abdullah berupaya datang membantu dengan kendaraan beghalnya, tetapi ia terjatuh sebelum sampai Madinah dengan kaki terluka yang menyebabkan kematiannya.
Anaknya, Harits bin Abdullah pertama kali mencetak uang dinar 7 mitsqal pada masa pemerintahan Abdullah bin Zubair.[8] Anaknya yang lain, Abdurrahman bin Abdullah, menikah dengan Ummu Kultsum binti Abu Bakar.[9]
Referensi
- ^ An-Nadwi, Abdul Hasan `Ali Al-Hasani (2025-07-16). Sirah Nabawiyah: Menelusuri Jejak Kehidupan dan Perjuangan Nabi Muhammad SAW. Elex Media Komputindo. hlm. 75. ISBN 978-623-00-7153-9. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
- ^ Al-Mubarakfuri, Shafiyyurrahman (2012). Sirah Nabawiyah. Jakarta: Pustaka Al-Kautsar. ISBN 978-602-98968-3-1
- ^ Rahayu, Dwi (2012-01-01). Pemuda Yang Dicintai Langit + 19 Kisah Penuh Hikmah Sahabat Rasullah. AnakKita. hlm. 39. ISBN 978-602-9003-57-4. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
- ^ Tosca, Biru. 365 Hari Bersama Sahabat Nabi ﷺ: Bercengkerama dengan Mereka Setiap Hari. Penerbit LovRinz. hlm. 297. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
- ^ Haylamaz, Dr Rasyid (2021-08-16). Mentari Kasih Sayang Rasulullah Saw. yang Meluluhkan Kebekuan Hati. Republika Penerbit. hlm. 264. ISBN 978-623-279-118-3. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
- ^ Al-Haritsi, Dr Jaribah Bin Ahmad. Fikih Ekonomi Umar bin Al-Khathab. Pustaka Al-Kautsar. hlm. 83. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
- ^ M.Pd, Dr Ahmadin, S. Ag , S. Pd (2020-12-01). Sejarah Peradaban Islam. Prenada Media. hlm. 49. ISBN 978-623-218-588-3. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list (link) Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
- ^ Al-Baladzuri, Syaikh (2015-01-01). Futuhul Buldan: Penaklukan Negeri-negeri dari Fathu Makkah Sampai Negeri Sind. Pustaka Al-Kautsar. hlm. 634. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
- ^ Jam'ah, Ahmad Khalil (2022-08-25). Putri-Putri Sahabat Rasulullah. Darul Falah. hlm. 403. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.


