2 Korintus 10

2 Korintus 10
Folio dari Papirus 46 (ditulis ~ tahun 200 M), memuat 2 Korintus 11:33-12:9. Naskah tersebut memuat hampir semua Surat-surat Paulus.
KitabSurat 2 Korintus
KategoriSurat-surat Paulus
Bagian Alkitab KristenPerjanjian Baru
Urutan dalam
Kitab Kristen
8
pasal 9

2 Korintus 10 (atau II Korintus 10, disingkat 2Kor 10) adalah bagian surat rasul Paulus yang kedua kepada jemaat di Korintus dalam Perjanjian Baru di Alkitab Kristen.[1][2] Surat ini ditulis oleh Rasul Paulus dan Timotius (2 Korintus 1:1) di Makedonia pada tahun 55–56 M.[3][4] Menurut teolog Heinrich August Wilhelm Meyer, pasal 10–13 "berisi bagian utama ketiga dari Surat tersebut, yaitu pembelaan polemik sang rasul atas martabat dan efisiensi kerasulannya, dan kemudian kesimpulannya".[5] Menurut Margaret MacDonald, pasal-pasal tersebut "mempersiapkan" kunjungan Paulus berikutnya ke Korintus. Seluruh bagian ketiga ini didasarkan pada keyakinan bahwa "otoritas sang rasul berakar pada fakta bahwa kekuatan/kelemahan pribadinya mencerminkan kekuatan/kelemahan Kristus yang disalibkan/dibangkitkan".[6]

Teks

Struktur

Pembagian isi pasal:

Ayat 4

Karena senjata kami dalam perjuangan bukanlah senjata duniawi, melainkan senjata yang diperlengkapi dengan kuasa Allah, yang sanggup untuk meruntuhkan benteng-benteng. (TB)[7]

Ayat 17

Tetapi barangsiapa bermegah, hendaklah ia bermegah di dalam Tuhan. (TB)[8]

Ayat ini dikutip dari Alkitab Ibrani dan Perjanjian Lama di Alkitab Kristen:

  • Yeremia 9:23–24: "Beginilah firman TUHAN: "Janganlah orang bijaksana bermegah karena kebijaksanaannya, janganlah orang kuat bermegah karena kekuatannya, janganlah orang kaya bermegah karena kekayaannya, tetapi siapa yang mau bermegah, baiklah bermegah karena yang berikut: bahwa ia memahami dan mengenal Aku, bahwa Akulah TUHAN yang menunjukkan kasih setia, keadilan dan kebenaran di bumi; sungguh, semuanya itu Kusukai, demikianlah firman TUHAN."
  • Mazmur 34:2 (atau 34:3): "Karena TUHAN jiwaku bermegah; biarlah orang-orang yang rendah hati mendengarnya dan bersukacita."
  • Mazmur 44:8 (atau 44:9): "Karena Allah kami nyanyikan puji-pujian sepanjang hari, dan bagi nama-Mu kami mengucapkan syukur selama-lamanya."

Paulus memakai pernah kutipan ini dalam suratnya yang pertama kepada jemaat di Korintus:

  • 1 Korintus 1:31: Karena itu seperti ada tertulis: "Barangsiapa yang bermegah, hendaklah ia bermegah di dalam Tuhan."

Lihat pula

Referensi

  1. ^ Willi Marxsen. Introduction to the New Testament. Pengantar Perjanjian Baru: pendekatan kristis terhadap masalah-masalahnya. Jakarta:Gunung Mulia. 2008. ISBN 9789794159219.
  2. ^ John Drane. Introducing the New Testament. Memahami Perjanjian Baru: Pengantar historis-teologis. Jakarta:Gunung Mulia. 2005. ISBN 9794159050.
  3. ^ 2 Korintus 1:1
  4. ^ MacDonald 2007, hlm. 1134.
  5. ^ Meyer, H. W. W. (1880), Meyer's NT Commentary on 2 Corinthians 10, accessed September 8, 2017
  6. ^ MacDonald 2007, hlm. 1145.
  7. ^ 2 Korintus 10:4 - Sabda.org
  8. ^ 2 Korintus 10:17 - Sabda.org

Pranala luar

Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.

×
Advertisement