13: Game of Death
| 13: Games of Death | |
|---|---|
![]() | |
| Sutradara | Matthew Chookiat Sakveerakul |
| Produser | Prachya Pinkaew Sukanya Vongsthapat |
| Skenario | Matthew Chookiat Sakveerakul |
| Pemeran | Krissada Sukosol Clapp |
| Penata musik | Kitti Kuremanee |
| Sinematografer | Chitti Urnorakanku |
Perusahaan produksi | |
| Distributor | Sahamongkol Film International |
Tanggal rilis |
|
| Durasi | 116 minutes 110 minutes (Rated cut) |
| Negara | Thailand |
| Bahasa | Thai Indonesia |
| Anggaran | THB 13 juta (US$400,000) |
Pendapatan kotor | THB 18.47 juta |
13 Game of Death (bahasa Thai: 13 เกมสยอง, har. '13 permainan horor') atau 13 Beloved atau 13 Game Sayong adalah sebuah film horor komedi Thailand tahun 2006 yang ditulis dan disutradarai oleh Chookiat Sakveerakul dan dibintangi oleh Krissada Sukosol Clapp. Film ini bercerita tentang seorang pria yang terjebak dalam berbagai permainan yang menantang, merendahkan martabat, sekaligus berbahaya yang diberikan oleh penelepon misterius. Film ini diadaptasi dari episode Quiz Show ke-13 dalam seri buku komik My Mania oleh Eakasit Thairaat. Film ini merupakan film panjang kedua bagi Chukiat, yang sebelumnya menyutradarai film horor Pisaj.
Film ini memenangkan beberapa penghargaan di Thailand dan dari festival film. The Weinstein Company membuat versi remake dari film ini yang dirilis pada tahun 2014 dengan judul 13 Sins.
Alur Cerita
Seorang anak membantu seorang wanita tua menyeberang jalan. Karena membawa banyak barang, dia menjatuhkan ponselnya di jalan. Saat ingin mengambil kembali ponsel tersebut, dia tertabrak bus dan tewas.
Adegan kemudian bergeser ke tokoh utama Phuchit Puengnathong, seorang tenaga penjualan Yamaha Corporation yang performa penjualannya tengah menurun. Di salah satu sekolah yang menjadi klien potensialnya, dia menyadari bahwa rekan kerjanya Prame telah merebut omzet yang seharusnya bisa menjadi hasil penjualan yang akan menyelamatkan kariernya. Saat di kantor, bosnya memanggilnya dan menyuruhnya untuk mengundurkan diri.
Merasa depresi, Puchit merokok di tangga kantornya. Tiba-tiba ibunya menelepon dan membutuhkan uang untuk membiayai sekolah adik laki-lakinya. Puchit setuju untuk mengirimkan sejumlah uang, kendati dia mempunyai banyak hutang dan tidak punya sisa uang di dalam tabungannya. Tak lama kemudian dia menerima telpon dari seorang misterius yang menawarkan 10.000 baht bila dia berhasil menepuk seekor lalat yang ada di dekatnya. Phutchit mengambil koran yang ada di dekatnya dan berhasil menepuk lalat tersebut. Sebuah sms terkirim yang memberi tahu bahwa dia telah mendapatkan uang yang dijanjikan. Kemudian si penelpon kembali menghubunginya dan memberi tahu tugas kedua yaitu memakan lalat mati yang ditepuknya tadi. Dia kembali ke mejanya, dan akhirnya memakannya.
| 13 Tugas Phuchit |
|
Phuchit menerima panggilan telepon lagi. Si penelepon menjelaskan bahwa jika dia menyelesaikan 11 tugas lagi, dia akan memenangkan 100 juta baht dengan peraturan bahwa tidak boleh ada satu pun orang yang tahu dan dia tidak boleh tidak melakukan tugasnya bila dia telah memutuskan untuk menyetujui untuk melanjutkan permainan. Karena membutuhkan uang, Phuchit yang awalnya ragu-ragu akhirnya setuju untuk memainkan permainan tersebut. Tugas ketiganya, dia diharuskan membuat beberapa anak menangis di sebuah taman bermain. Sementara tugas keempatnya, dia harus mencuri koin dari seorang pengemis. Untuk tugas kelimanya, Phuchit disuruh pergi ke sebuah restoran Cina yang mewah. Dia dibawakan piring tertutup yang berisi tinja dan dia diberitahu bahwa dia harus memakannya.
Tugas keenam adalah berkelahi dengan sekelompok preman usia sekolah saat menaiki bus umum untuk mendapatkan ponsel. Tugas ketujuh, dia harus melompat ke dalam sumur dan menyeret mayat seorang pria yang sudah meninggal dan menghubungi keluarganya dalam rentang waktu 10 menit.
Tugas kedelapan, dia harus memukuli pacar baru dari mantan pacarnya, Maew. Permainan-permainan yang dilakukan Phuchit mengingatkan kembali ke pengalaman serupa yang dialami di masa kecilnya.
Sementara itu, teman sekantor Phuchit, Tong yang penasaran dengan perilaku aneh Puchit mengumpulkan petunjuk yang ia dengar di kantor polisi dan berhasil menemukan sebuah situs web dari permainan yang sedang dimainkan Puchit. Namun, tanpa sepengetahuannya, dia sendiri ternyata sedang diawasi oleh sang pembuat game, dan tanpa disadari, dia menjadi bagian dari permainan tersebut. Tugas kesembilan, Puchit disuruh untuk menemukan seorang wanita tua di dalam rumah sakit dan mengantarkannya keluar rumah sakit sambil menghindari polisi yang mencarinya. Tugas kesepuluh adalah memasang sebuah kawat yang dibentangkan di jalanan. Tidak lama setelah dia memasang kawat tersebut, sekelompok orang yang sedang kebut-kebutan melintasi kawat tersebut dan kepala semua mereka terpenggal. Sempat merasa frustrasi dengan yang terjadi dan ingin berhenti, telepon berdering kembali dan Puchit akhirnya melanjutkan tugas ke-11 yaitu memilih untuk membunuh salah satu antara Tong atau anjingnya menggunakan pedang yang ada di kumpulan mayat. Puchit memilih membunuh anjingnya.
Tong mencoba melaporkan kasus tersebut ke polisi, tapi polisi tidak bisa menemukan alamat website yang dilaporkan. Puchit melanjutkan tugasnya yang ke-12 di mana dia harus membunuh sapi dan menemukan sebuah kunci yang ada di dalam usus dari sapi tersebut. Dia pun memasuki sebuah ruangan bernomor 13 dan menemukan seorang yang ditutupi sebuah penutup kepala bernomor 13 yang ternyata adalah ayahnya sendiri, John Adams. Di sisi lain, Tong yang mengikuti Puchit, menemukan ruangan nomor 13 tersebut, tapi dia kemudian dibius saat hendak memasuki ruangan. Tong tersadar di ruangan tempat permainan itu dijalankan dan berhadapan dengan dalang permainan tersebut yaitu seorang anak laki-laki bernama Kie. Phuchit mendapati dirinya dihadapkan dengan ayahnya yang selalu jahat kepadanya sejak kecil. Untuk memenangkan 100 juta baht, Phuchit harus menikam ayahnya dengan pisau. Phuchit tidak dapat melakukannya karena mengingat pesan ibunya agar dia tidak menjadi orang jahat seperti ayahnya. Ayah Puchit bangun dan menikam Phuchit hingga tewas, dan terungkap bahwa ayahnya juga sedang dalam permainan tersebut dan memenangkan permainan untuk dia sendiri. Selanjutnya Tong terbangun di sebuah bangku pinggir jalan dan ditemukan oleh Surachai, polisi yang melakukan penyelidikan.
Pemeran
- Krissada Sukosol Clapp sebagai Phuchit Puengnathong
- Nakarin Triemmerang sebagai Phuchit, umur 8
- Chano Pemberger sebagai Phuchit, umur 11
- Stuart Nombluez sebagai Phuchit, umur 14
- Achita Sikamana sebagai Tong
- Sarunyoo Wongkrachang sebagai Surachai (ayah dari Tay di "12 Begin" dan polisi di 13 Beloved)
- Penpak Sirikul sebagai ibu dari Kie (di 12 Begin)
- Nathapong Arunnetra sebagai Mik
- Namfon Pakdee sebagai Maew
- Piyapan Choopetch sebagai Chalerm
- Philip Wilson sebagai ayah Phuchit, John Adams
- Sukulya Kongkawong sebagai ibu dari Phuchit
- Alexander Rendell sebagai Tay (Karakter utama dalam 12 Begin)
- Poon Tabthong sebagai wanita tua
- Suthon Wechkama sebagai orang gila
Prekuel dan Sekuel
Sebuah prekuel film pendek, 12 Begin, dibuat sebagai bagian dari kampanye promosi pra-perilisan film ini. Film ini ditayangkan secara terbatas di bioskop SF Cinema City.[1] Sebuah sekuel berjudul 14 Beyond telah direncanakan selama beberapa tahun, tetapi belum mulai diproduksi.[2] Commuan Studios mulai memproduksi versi manga dari sekuel ini menjelang produksi yang direncanakan, tetapi tampaknya tidak lagi tersedia secara online.[3]
Referensi
- ^ Rithdee, Kong. September 29, 2006. "Maverick vision", Bangkok Post, Realtime, Page R1.
- ^ "Wise Kwai's Thai Film Journal: News and Views on Thai Cinema: Game on! 14 Beyond manga posted online". August 6, 2012.
- ^ "14 Beyond EP.7". Diarsipkan dari asli tanggal September 25, 2014.
Pranala luar
- 13: Game of Death di IMDb (dalam bahasa Inggris)
- 13: Game of Death di Rotten Tomatoes (dalam bahasa Inggris)
Konten ini disalin dari wikipedia, mohon digunakan dengan bijak.



